Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Pejabat Harus Punya Public Speaking Skill Baik, Rakyat Jangan Jadi Sumbu Pendek

Views
×

Pejabat Harus Punya Public Speaking Skill Baik, Rakyat Jangan Jadi Sumbu Pendek

Sebarkan artikel ini
Mellisa Anggraini
Pengacara / Advokat, Mellisa Anggraini.

KOMA.ID, JAKARTA – Praktisi hukum, Mellisa Anggraini menyarankan agar semua pejabat publik di Republik Indonesia penting memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik. Apalagi berkaitan dengan kebijakan-kebijakan yang ada di dalam tugas pokok dan fungsi yang telah diamanatkan.

“Pejabat Negara bener deh perlu belajar public speaking, biar nggak terus jadi bahan pemantik emosi,” kata Mellisa dalam tweetnya @MellisA_An, Selasa (9/9/2025).

Silakan gulirkan ke bawah

Pun demikian, ia juga mengajak semua masyarakat untuk tetap bisa bijak dalam menyikapi semua statemen pejabat saat ini, dengan tidak terlalu cepat reaktif.

“Dan kita sebagai masyarakat juga jangan sumbu pendek, kerja pejabat negara seharusnya dinilai dari kebijakan dan hasil nyata, bukan semata dari satu potongan statement yang mungkin terdengar kurang tepat,” tuturnya.

Statemen Mellisa ini dialamatkan kepada potongan ucapan Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa saat merepons pertanyaan jurnalis tentang tuntutan 17+8 yang kini tengah ramai.

Yudhi menyatakan jika dirinya secara pribadi belum terlalu mempelajari apa saja isi dari tuntutan 17+8 yang diaktualisasi oleh Jerome Polin dan kawan-kawannya itu.

“Saya belum mempelajari itu,” kata Purbaya Yudhi, Senin 8 September 2025 di Jakarta.

Namun demikian, ia bisa memberikan kesimpulan bahwa 17+8 merupakan tuntutan sebagian kelompok kecil masyarakat saja. Mereka bersuara karena ada faktor yang tidak baik di Negara ini, salah satunya sektor ekonomi.

“Tapi basically begini, itu kan suara sebagian kecil rakyat kita. Kenapa? mungkin sebagian ngerasa keganggu, hidupnya masih kurang ya,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dengan jabatannya saat ini sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Merah Putih hasil reshuffle kedua, Yudhi akan fokus memperbaiki kondisi ekonomi negara yang disebutnya sedang mengalami pelambatan.

“Once saya ciptakan pertumbuhan ekonomi 6 persen, 7 persen. Itu (tuntutan 17+8) akan hilang dengan otomatis. Mereka akan sibuk cari kerja dan makan enak dibandingkan mendemo,” tutur Yudhi.


https://x.com/MellisA_An/status/1965109465633751445

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.