Koma.id– Rencana aksi unjuk rasa Pada Rabu, 3 September 2025, kelompok masyarakat yang menamakan diri Rakyat Jawa Timur Menggugat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Aksi ini dimotori oleh M Sholeh, Musfik, dan Acek Kusuma.
Kabarnya massa akan membawa sejumlah tuntutan di antaranya menghapus tunggakan pajak kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, serta mendesak pengusutan dugaan korupsi dana hibah yang dituding menyeret nama Gubernur Jawa Timur. Selain itu, menolak praktik pungutan liar (pungli) di SMA/SMK Negeri, yang dinilai membebani orang tua siswa.
Sementara itu, Partai NasDem melalui Ketua BAHU NasDem, Syaiful Ma’arif, menegaskan kembali dukungan politik kepada Khofifah Indar Parawansa. Syaiful menyebut keterlibatan M Sholeh dalam aksi ini tidak ada kaitannya dengan partai, mengingat ia sudah tidak lagi menjabat sejak sepuluh bulan lalu dalam AHU NasDem.
Sementara itu, penolakan terhadap isu pemakzulan Khofifah datang dari Jaringan Nasional (JARNAS) 98. Mereka menilai langkah tersebut tidak berdasar karena Khofifah dipilih secara sah oleh rakyat, sehingga wajib dibela hingga akhir masa jabatannya.
Dukungan terhadap pasangan Khofifah-Emil pun terlihat di berbagai sudut kota. Spanduk dengan kalimat “Jangan Ganggu Khofifah-Emil dan Dukung Sampai Akhir Jabatan” terpasang di sejumlah titik strategis Surabaya, seperti Bundaran Waru, Gayungsari, TL Jemursari, Jalan Walikota Mustajab, kawasan Bambu Runcing, Jalan Raya Darmo, hingga sekitaran Grahadi.







