Koma.id– Posko Gerakan Rakyat Jawa Timur Menggugat yang rencananya akan menggelar demonstrasi pada 3 September 2025 mendatang diserang oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu dini hari (25/8/2025).
Adapun posko itu didirikan menjelang aksi menuntut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mundur dari jabatannya.
Mohammad Sholeh (Cak Sholeh), inisiator aksi, menyatakan bahwa serangan ini tidak akan mengurungkan niat mereka untuk tetap melanjutkan unjuk rasa sesuai jadwal.
Persiapan aksi dimulai sejak Kamis (21/8/2025) malam dengan pendirian posko di Taman Apsari, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Dia menegaskan demo ini meniru aksi di Kabupaten Pati yang sebelumnya juga menuntut mundurnya Bupati Pati. Aksi di Pati pada 13 Agustus 2025 menjadi inspirasi bagi gerakan serupa di tingkat provinsi. Terpisah, Jaringan Nasional (JARNAS) 98 yang merupakan organisasi pergerakan para aktivis 98 secara tegas menolak aksi tersebut. Sebab, Khofifah-Emil dipilih oleh rakyat dalam Pilgub Jatim sehingga sudah pasti didukung rakyat sepenuhnya.
Peternak Menjerit Gegara Harga Telur Anjlok
Ketua JARNAS 98 Indra Agus Pradiwiharno mengatakan tuntutan menurunkan Gubernur Khofifah tidaklah realistis, apalagi jika dikaitkan dengan kasus korupsi.







