Koma.id– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah diterpa isu dugaan serius terkait kehalalan dan keamanan nampan yang digunakan. Polemik ini muncul setelah laporan investigasi Indonesia Business Post (IBP) mengungkap indikasi impor ilegal dan penggunaan bahan berbahaya pada nampan program tersebut.
Laporan IBP menyebutkan dua temuan kunci. Pertama, dugaan impor ilegal 6-8 juta unit nampan dari Chaoshan, China, pada Januari-Juni 2025 melalui penyamaran kode bea cukai, yang melanggar aturan WTO, UU Perdagangan, dan UU Perlindungan Konsumen.
Kedua, nampan diduga terbuat dari stainless steel tipe 201 yang rentan berkarat dan melepaskan logam berat berbahaya, menimbulkan kekhawatiran akan kesehatan anak.
Merespons hal ini, Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Hasan Nasbi, menekankan bahwa informasi sensitif semacam ini harus dibuktikan dengan data dan lembaga resmi, bukan sekadar spekulasi.
Ia menegaskan pemerintah siap melakukan verifikasi melalui uji laboratorium independen untuk memastikan keamanan dan kehalalan produk serta mencegah masyarakat terjebak isu menyesatkan.
Peternak Menjerit Gegara Harga Telur Anjlok







