Koma.id | Jakarta – Pemerintah buka suara terkait dugaan ompreng atau food tray program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut mengandung minyak babi dan bahan berbahaya. Kepala Kantor Kepresidenan Hasan Nasbi menyatakan bahwa hingga kini belum ditemukan bukti atas tuduhan tersebut.
“Sejauh ini kita tidak menemukan. Tetapi kalau memang ada kekhawatiran soal itu, kita riset, bisa diuji di BPOM,” ujar Hasan di Jakarta Pusat.
Hasan menegaskan, pemerintah telah berkomunikasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menindaklanjuti isu tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu sensitif yang belum terverifikasi.
“Pemerintah akan memastikan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan para penerima manfaat MBG,” tambahnya.
Isu ini mencuat setelah unggahan akun X @fahrisalam menyebut ompreng MBG berlabel “Made in Indonesia” sebenarnya diproduksi di industri rumahan di China dan diduga mengandung lemak babi. Laporan investigatif dari Indonesia Business Post juga menyebut adanya pemalsuan label dan penggunaan bahan non-food grade.
BPOM dan Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan siap melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan keamanan produk. Pemerintah menegaskan akan mengambil langkah korektif jika ditemukan pelanggaran.







