Koma.id– Dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua kembali saling mengklaim kemenangan dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua 2024. Klaim ini muncul setelah keduanya mengandalkan hasil penghitungan suara riil (real count) internal, meskipun rekapitulasi resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum selesai.
Pasangan nomor urut 2, Matius Fakhiri-Aryoko Rumaropen (Mariyo), mendeklarasikan kemenangan berdasarkan quick count dan real count internal. Bahkan Plt. Ketua DPD Partai Golkar Papua, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyebut lembaga survei Indikator Politik Indonesia mencatat kemenangan Mariyo dengan 50,71%, sementara data internal timnya menunjukkan 52,10%. Pasangan ini diusung oleh koalisi Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, NasDem, PAN, dan PKB.
Di sisi lain, pasangan nomor urut 1, Benhur Tomi Mano-Constan Karma (BTM-CK), juga mengklaim kemenangan di Kantor DPD PDIP Papua, Jumat (8/8/2025). Mereka mengacu pada hasil Poltracking yang mencatat perolehan 50,72%. Sementara itu, lembaga pemantau JagaSuara masih melakukan rekapitulasi, dengan data sementara menunjukkan BTM-CK unggul tipis 50,48%.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Ronny Talapessy menyatakan adanya indikasi kecurangan dalam rekapitulasi berjenjang yang berpotensi memengaruhi hasil akhir. KPU Papua hingga kini masih melanjutkan proses rekapitulasi sebelum menetapkan hasil resmi.









