Koma.id– Fenomena masyarakat yang ramai mengunjungi pusat perbelanjaan namun enggan bertransaksi, atau hanya sekadar melihat-lihat tanpa belanja, tengah menjadi sorotan. Fenomena ini dikenal dengan istilah Rohana (rombongan hanya nanya) dan Rojali (rombongan jarang beli).
Anggota Komisi XI DPR RI, Tommy Kurniawan, menyebut fenomena tersebut sebagai sinyal melemahnya daya beli masyarakat. Ia menilai kondisi ini sebagai alarm ekonomi yang tidak boleh diabaikan.
Ia mendesak pemerintah untuk memperkuat sektor rumah tangga sebagai motor utama penggerak ekonomi nasional. Menurutnya, dibutuhkan inovasi kebijakan dan pelayanan ekonomi agar masyarakat kembali bergairah untuk berbelanja, terutama di sektor ritel dan konsumsi domestik.
Namun, pernyataan berbeda datang dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Ia menilai fenomena Rojali dan Rohana tidak mencerminkan pelemahan daya beli secara utuh. Menurutnya, yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat, dari belanja langsung (offline) menjadi belanja daring (online).







