Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Bongkar Konspirasi Kematian Diplomat Arya? Profesor Kriminologi Buka Fakta Mengejutkan di Balik Lambatnya Polisi Bertindak!

Views
×

Bongkar Konspirasi Kematian Diplomat Arya? Profesor Kriminologi Buka Fakta Mengejutkan di Balik Lambatnya Polisi Bertindak!

Sebarkan artikel ini
Keraguan Publik pada Aksi Bunuh Diri Arya Daru

Koma.id, Jakarta – Di tengah gencarnya spekulasi publik soal lambannya pengungkapan kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan (ADP), suara tegas dan menyejukkan datang dari seorang pakar kriminologi kenamaan. Guru Besar Universitas Bhayangkara, Prof. Hermawan Soelistyo, angkat bicara dan membongkar sisi lain dari investigasi yang selama ini tak diketahui publik.

Publik memang tengah dilanda rasa penasaran. Banyak netizen yang menyuarakan kecurigaan atas dugaan “konspirasi besar” di balik kematian ADP pada 8 Juli lalu. Tak sedikit pula yang membandingkan kasus ini dengan kematian tragis Brigadir J, yang juga sempat menyita perhatian nasional dan viral di media sosial.

Silakan gulirkan ke bawah

Namun menurut Prof. Hermawan, yang akrab disapa Kikiek, penyelidikan dalam kasus seperti ini tidak bisa disamakan dengan cerita sinetron atau drama kriminal di layar kaca. “Apa yang tampak lambat itu sesungguhnya adalah bagian dari proses investigasi berbasis metode ilmiah yang presisi dan tidak boleh sembarangan,” tegasnya.

Ia menyebut, saat ini Kepolisian Indonesia tengah berada di era baru, di mana prosedur penyidikan dilakukan dengan akurasi dan kehati-hatian tinggi. Salah satunya terlihat dalam proses forensik, yang membutuhkan analisis mendalam namun tetap dilakukan dalam waktu yang disebutnya “luar biasa cepat” berkat metode khusus.

“Ini bukan soal cepat atau lambat, tapi soal akurasi. Karena sekali salah langkah, maka proses hukum bisa cacat sejak awal,” ujar Kikiek.

Meski begitu, komentar liar terus bermunculan di media sosial. Tagar #JusticeForADP bahkan sempat trending di beberapa platform, dengan narasi liar bahwa ada “tangan tak terlihat” yang sengaja memperlambat kasus.

Prof. Hermawan mengimbau publik untuk tidak terjebak pada provokasi dan spekulasi liar. Ia menegaskan bahwa proses hukum sedang berjalan, dan masyarakat harus memberi ruang kepada para penyidik untuk menuntaskan pekerjaannya tanpa tekanan berlebihan.

“Kecurigaan tanpa dasar bisa menjadi bentuk pengadilan opini yang tak adil, bukan hanya bagi aparat penegak hukum, tapi juga bagi keluarga korban sendiri,” tutupnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.