Koma.id– Kongres XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang digelar di Gedung Merdeka, Bandung, pada 15-18 Juli 2025, menuai penolakan dari kader internal. GMNI terbelah menjadi dua kubu, yakni kubu Arjuna dan kubu Immanuel, dengan sekitar 100 kader GMNI Cabang Bandung menggelar unjuk rasa menentang pelaksanaan kongres.
Christian Vieri Pagliuca, koordinator aksi, menyatakan bahwa kongres ini tidak sesuai AD/ART dan melecehkan semangat pendiri GMNI, Bung Karno. Menurutnya, kongres justru memecah belah organisasi alih-alih mempersatukan.
Di sisi lain, Ketua Umum GMNI Immanuel Cahyadi membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa kongres berjalan sesuai mekanisme organisasi. Jadi tidak mungkin pihaknya menggelar kongres inkonstitusional.







