Jakarta – Isu pemakzulan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka yang terus bergulir di ruang publik. Prof. Sulfikar Amir, Professor of Science dari Nanyang Technological University, Singapura dalam podcast Forum Keadilan TV meyakini isu pemakzulan ini bisa meledak menjadi gerakan masif, meski ada kebutuhan di elit.
Namun, ada satu syarat utama yang bisa menjadi pemicunya: krisis ekonomi yang dirasakan langsung oleh perut rakyat. Selama kondisi ekonomi masih stabil, gerakan ini akan sulit membesar. Namun, jika situasi memburuk, kemarahan publik bisa menjadi bahan bakar utama.
Dan nasib politik Gibran bisa jadi sangat bergantung pada kemampuannya dan pemerintahan Prabowo dalam menjaga stabilitas ekonomi. Jika gagal, ‘bom waktu’ ketidakpuasan publik bisa meledak kapan saja.
Sementara Partai Nasdem mengatakan, pemakzulan bisa dilakukan jika ada dasar yang kuat, yakni pelanggaran konstitusi. Sedangkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melalui unggahannya di X menulis cuitannya bahwa perubahan arah atas: 1) Usulan pemakzulan Gibran dan 2) pengungkapan kasus ijazah palsu, menjadi melemah bahkan akan dihambat, infonya karena ada ‘perintah singkat’ dari Solo: ‘hambalang harus pegang komitmen. Dia juga menilai, jika info tersebut benar, bukan matahari kembar lagi tetapi saat ini masih era Jokowi periode ketiga.













