Koma.id– Partai Golkar mengusulkan agar Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dianugerahi gelar pahlawan nasional atas jasanya dalam pembangunan bangsa.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Adies Kadir, menyatakan bahwa meskipun Soeharto memiliki sejumlah kekurangan selama masa pemerintahannya, hal tersebut adalah bagian dari sifat manusiawi. Namun, jasa besar Soeharto terutama dalam hal pembangunan tidak bisa diabaikan begitu saja.
Namun, wacana pemberian gelar pahlawan kepada tokoh Orde Baru itu kembali memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menolak, mengingat warisan kontroversial Soeharto yang dinilai sebagian kalangan menyisakan luka dalam sejarah demokrasi Indonesia.
Menanggapi hal itu, Kementerian Sosial (Kemensos) menyatakan telah membentuk tim ad hoc yang bertugas untuk mengkaji pemberian gelar pahlawan nasional kepada sejumlah tokoh, termasuk Soeharto. Tim tersebut terdiri dari para ahli sejarah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang akan menilai kelayakan berdasarkan kriteria objektif yang telah ditetapkan.







