Koma.id | Tarakan – Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat serta sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) lokal di Kota Tarakan, Kalimantan Utara, menggelar aksi damai untuk menolak masuknya organisasi GRIB Jaya ke wilayah mereka, Sabtu (17/05/25).
Aksi penolakan tersebut dimulai dengan konvoi kendaraan dari Balai Adat Kota Tarakan menuju Grand Tarakan Mall, yang menjadi pusat demonstrasi. Massa menilai kehadiran GRIB Jaya berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dalam orasi yang dilakukan perwakilan massa aksi, salah seorang peserta bahkan menantang pimpinan GRIB Jaya, Hercules, untuk duel di atas ring.
Brigadir Rizka Divonis 10 Tahun Penjara
Koordinator aksi, Ricky Febriansyah, menjelaskan bahwa penolakan ini didasarkan pada rekam jejak GRIB Jaya yang dinilai kerap menampilkan tindakan anarkis dan premanisme. Ia menegaskan bahwa keberadaan ormas dan aliansi masyarakat adat saat ini sudah cukup menjaga kondisi wilayah Kaltara tetap kondusif.
“Kami melihat dari rekam jejak di media sosial, ada aksi pembakaran mobil dan bentrokan antarormas yang kami tidak inginkan terjadi di Kaltara,” ujar Ricky.
Ia juga menyampaikan bahwa jika tuntutan mereka tidak diindahkan, pihaknya siap menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Selain orasi, massa aksi juga melakukan penandatanganan petisi sebagai bentuk pernyataan resmi terhadap penolakan GRIB Jaya di Kota Tarakan. Demonstrasi yang berlangsung damai akhirnya berakhir dengan tertib tanpa insiden.








