Koma.id, Sukabumi – Menyambut Hari Buruh Internasional (May Day) 2025, perwakilan Serikat Pekerja Tekstil, Sandang, dan Kulit (SP TSK) yang bernaung di bawah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) memilih pendekatan berbeda dalam menyuarakan harapan para pekerja.
Alih-alih menggelar aksi turun ke jalan, organisasi buruh ini mengadakan doa bersama sebagai bentuk peringatan May Day.
“Kami memilih untuk berdoa bersama, memohon perlindungan dari PHK massal di tengah kondisi perekonomian yang tidak stabil,” ujar perwakilan SP TSK SPSI dalam pernyataannya.
Pihak serikat pekerja menyadari betapa dunia perekonomian sedang tidak berada dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu, mereka mengedepankan pendekatan spiritual sembari tetap menyuarakan harapan para buruh.
“Kami berdoa agar perusahaan-perusahaan semakin maju dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan para buruh,” tambah perwakilan tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan sekaligus optimisme di tengah tantangan ekonomi global. SP TSK SPSI berharap, melalui pendekatan yang lebih kontemplatif ini, para pekerja dapat tetap bersemangat menjalani aktivitasnya sambil terus berharap akan perbaikan nasib di masa depan.







