Koma.id– Krisis global mulai terasa di pasar logam mulia. Harga emas kembali meroket tajam, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH), seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China, serta tekanan terhadap dolar AS yang mendorong para investor melarikan aset ke instrumen safe haven.
Pada Rabu (16/4/2025), harga emas internasional resmi menembus angka fantastis US$ 3.300 per ons, memecahkan rekor sebelumnya dan menjadi sinyal kuat bahwa pasar sedang memasuki fase ketidakpastian ekstrem.
Kenaikan tersebut langsung berdampak pada harga emas di dalam negeri. Berdasarkan data dari laman resmi Pegadaian per Kamis (17/4/2025), tercatat tiga produk logam mulia—Antam, UBS, dan Galeri24 mengalami lonjakan signifikan.
Emas Antam naik tajam hingga Rp2.004.000 per gram, dari harga sebelumnya Rp1.955.000. Emas UBS ikut melesat ke Rp1.965.000 per gram, naik Rp38.000 dari posisi sebelumnya di angka Rp1.927.000.
Sementara itu, emas Galeri24 mencatatkan lonjakan Rp48.000, dari Rp1.894.000 menjadi Rp1.942.000 per gram
Lonjakan emas ini tak lepas dari kepanikan pasar terhadap eskalasi perang dagang yang semakin panas setelah Amerika Serikat menetapkan tarif impor 245 persen terhadap produk China. Ketegangan itu memicu gelombang kekhawatiran investor global terhadap kestabilan perdagangan dunia.
Di saat yang sama, pelemahan dolar AS turut mempercepat arus migrasi modal ke emas. Investor besar memilih untuk menyelamatkan nilai aset mereka dengan mengonversinya ke safe haven.







