Koma.id – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando EMaS, masyarakat bijak melakukan kritik dengan cara yang pantas tanpa melakukan provokasi apalagi dengan ujaran kebencian pada institusi tertentu.
“Berikan kesempatan kepada Polri untuk melakukan perbaikan didalam internal agar bisa melakukan pelayanan, melindungi dan mengayomi masyarakat,” kata Fernando, Jumat (21/2/2025).
Fernando menegaskan bahwa masih sangat banyak anggota Polri yang profesional dibandingkan oknum-oknum tertentu yang hanya segelintir.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
“Masih jauh lebih banyak anggota polisi yang profesional dibandingkan oknum polisi yang nakal dan tidak profesional,” ujarnya.
Fernando pun berhara berharap tidak ada pihak-pihak yang coba memanfaatkan atau mendompleng dari viralnya lagi milik Band Sukatani dengan yang sudah menyatakan permohonan atas lagunya tersebut.
“Saya kira Band Sukatani melakukan permintaan maaf kepada Polri karena merasa keliru atas lirik lagu yang dibuat,” ungkapnya.
“Sehingga tidak perlu ada pihak lain yang seolah ingin ikut nimbrung atas permintaan maaf Band Sukatani tersebut dan seperti ingin memprovokasi,” katanya.
Kendati demikian, Fernando menilai lirik lagu Band Sukatani merupakan kritik yang seharusnya menjadi bahan evaluasi terhadap internal.
“Polisi harus melakukan pembenahan agar lebih baik sehingga tidak ada lagi tindakan para oknum anggota polisi nakal yang merusak institusi Polri,” ujar dia.
“Jangan sampai Lagu Band Sukatani tersebut menjadi suara sebagian besar masyarakat Indonesia kalau tidak dilakukan pembenahan secara menyeluruh dan terukur dalam institusi Polri,” tandasnya.











