Koma.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, meminta warga di kolong jembatan secara sukarela pindah ke sejumlah rusunawa yang telah disediakan Pemprov DKI Jakarta. Sebab, lahan yang mereka tempati saat ini adalah aset milik pemerintah Jakarta.
“Pemprov DKI sudah menyiapkan tempat (Rusunawa). Ada pelatihan di rusunawa ini dan fasilitasnya bagus. Saya minta Pemprov DKI dapat mengedepankan pola pendekatan dialog dengan warga agar mereka mau pindah dengan sukarela,” kata Maruarar, Sabtu (30/11).
Selain melakukan pendekatan dialog, ia juga meminta Pemprov DKI mengajak warga melihat langsung unit yang akan dihuni di rusunawa. Diharapkan, warga kolong jembatan dapat semakin tertarik untuk pindah secara sukarela, karena banyak kegiatan positif di rusunawa.
“Saya minta Pak Sekda ajak warga ke rusun, ajak lihat dan survei tempat serta kegiatannya. Bagaimana unit dan fasilitasnya, di sini kegiatannya banyak yang positif. Karena, yang saya denger tempat ini (Rusunawa K. S. Tubun) banyak peminatnya, orang berebut tinggal di sini,” tutur Maruarar saat meninjau Rusunawa K. S. Tubun.
“Sebenarnya, Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan tempat yang bagus. Banyak pemberdayaan dan pelatihan bagi warga penghuni rusun,” ungkapnya.
Heboh! Investasi Bodong Koperasi BLN Putar Dana Rp4,6 Triliun, 41 Ribu Nasabah Jadi Korban
Berdasarkan hasil tinjauan langsung ke sejumlah lantai di Rusunawa K. S. Tubun, Maruarar memberikan pujian kepada Pemprov DKI yang membangun dan mengelola rusunawa dengan fasilitas yang sangat bagus.
“Fasilitas di rusun itu terbaik dan orang-orang yang mengelolanya punya hati dan profesional. Tadi saya lihat langsung, air dan semua fasilitasnya bagus. Pemprov DKI beserta jajarannya, termasuk pengelola rusun, semua bekerja dengan hati,” pungkas Maruarar.
Pernyataan Menteri PKP ini menindaklanjuti program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan segera merelokasikan warga yang tinggal di bawah kolong jembatan dan tol ke sejumlah Rumah Susun Umum Sewa (Rusunawa). Terdapat 1.054 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur akan dipindahkan ke hunian yang lebih layak.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Kelik Indriyanto mengatakan bahwa upaya ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta sekaligus menata kawasan perkotaan.













