Koma.id, Jakarta – Kasus penembakan ini menjadi sorotan nasional, mengingat pelaku yang diduga terlibat merupakan aparat kepolisian.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia pun buka suara perihal insiden polisi tembak polisi yang terjadi di Solok Selatan.
Adapun, penembakan tersebut berkaitan dengan aksi seorang polisi yang ingin memberantas tambang ilegal di wilayah tersebut. Menurut Bahlil hingga kini pihaknya belum mengetahui secara jelas duduk perkara tersebut.
Nah Lho! BGN Moratorium dan Audit Dapur MBG
Namun yang pasti, ia menegaskan bahwa persoalan polisi tembak polisi berada di luar ranah kementerian ESDM.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi, menegaskan komitmen pemerintah untuk menutup semua tambang ilegal yang masih beroperasi di wilayah dengan 19 kabupaten dan kota itu.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumbar, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa kasus ini adalah momentum bagi Polri untuk memberantas kejahatan lingkungan secara serius.
Menurut Aziz, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo harus memberikan perhatian khusus terhadap oknum yang diduga melindungi aktivitas ilegal tersebut.













