Koma.id – Indonesia dikabarkan membuka peluang untuk bergabung dengan BRICS, kelompok negara yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.
Beberapa pengamat pun terbelah penyikapannya, ada yang menolak dan ada yang mendukung.
Menanggapi hal tersebut, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyatakan bahwa Indonesia sebenarnya tidak perlu bergabung dengan BRICS.
Menurut Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, Indonesia tidak memerlukan platform untuk berkiprah di tingkat global, mengingat Indonesia sudah menjadi anggota G20 yang dianggap lebih besar dan lebih berpengaruh daripada BRICS.
Sementara itu, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menilai positif keinginan Indonesia bergabung dengan blok ekonomi BRICS (Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) sehingga tidak didominasi negara-negara Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Cooperation and Development/OECD).













