Koma.id– Ketua Gerakan Pemerhati Kepolisian (GPK RI), Abdullah Kelrey, mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan terhadap anggota Tim Reserse Narkoba Polda Metro Jaya yang terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu malam, 13 Oktober 2024. Kelrey menegaskan bahwa rakyat mendukung penuh upaya penegakan hukum terhadap bandar narkoba yang selama ini meresahkan masyarakat.
“Rakyat mendukung penuh bandar narkoba di berantas karena meresahkan. Cari kejar tangkap pelakunya,” tegas Kelrey, Senin (14/10/2024).
Peristiwa tersebut berawal saat tim narkoba Polda Metro Jaya melakukan operasi penangkapan terhadap dua orang yang diduga terlibat dalam peredaran narkoba di Jalan Pedongkelan Raya.
Saat penangkapan berlangsung, satu pelaku berhasil melarikan diri, dan situasi menjadi semakin tegang ketika sekitar 50 orang mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam untuk menyerang tim kepolisian.
Akibat insiden itu lima anggota polisi mengalami luka-luka. Tiga di antara mereka dirawat di RSUD Cengkareng, sementara satu anggota dirawat di RS Kedoya. Para korban termasuk Bripka Zaenal Arifin, yang menderita tiga luka tusukan, Bripka Panji Purnama dengan luka di wajah, dan Bripka Tri Wahyu mengalami patah jari tangan, dan Bribka Sandy Sianturi luka bacok.
Mahfud MD: Jangan Hanya Polri yang Didesak Berbenah, TNI hingga Pengadilan Juga Bermasalah
Saksi mata, Derriy Andreas Taribuka, mengungkapkan Bripka Zaenal berhasil bersembunyi di dalam gudang Shopee untuk menghindari serangan.
Menurut informasi yang beredar, kelompok yang menyerang diduga merupakan penghuni komplek permata setempat.







