Koma.id – Peringatan Hari Tani Nasional (HTN) yang rencananya akan digelar oleh sejumlah elemen mendapat sorotan tajam.
Salah satu isu yang melebar adalah seruan aksi hari tani nasional bergser menjadi isu tangkap dan adili Jokowi.
Pernyataan sikap tersebut sebagaimana disiarkan dalam akun YouTube LOGIKA RAKYAT.
Artis hingga Anggota DPR Dukung Nadiem
Bukannya mendapat dukungan justeru malah mendapat sentiment negative dari para netizen di dalam kolom komentar.
“Heran deh, bukannya ngurus sawah malah sibuk gulingin presiden,” ujar netizen.
“Mengatasnamakan petani demi agenda politik, bener2 licik! Kursi empuk bikin lupa daratan,” kata netizen yang lain.
“Kirain beneran ngurus tani, nggak taunya nyisipin unsur politik. Hebat bgt ya,” timpal netizen lagi.
“Mengatasnamakan petani, tapi maunya bikin gonjang-ganjing. Politik murahan aja nih,” cetus netizen lainnya.
Dalam kesempatan berbeda, Muhammad Chaerul, peneliti dan pengamat dari Centre for Islamic and Ethnic Studies (CIE), menyebut bahwa gerakan ini semakin jauh dari esensi perjuangan kesejahteraan petani.
Menurutnya, aksi tersebut telah bergeser ke ranah politik yang justru membosankan dan merugikan para petani.
“Yang diperjuangkan dalam aksi ini seharusnya menyentuh kebutuhan mendasar petani, seperti akses terhadap lahan, harga pangan, dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
“Namun sayangnya, isu yang diangkat lebih kepada kepentingan politik. Ini semakin membingungkan dan bahkan menimbulkan kejenuhan di kalangan petani,” ujar Chaerul kepada awak media, Jumat (13/9/2024).








