Koma.id – Tiga alasan Pemerintah mantap memindahkan Ibu kota negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utama. Hal ini disampaikan Mantan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro.
Bambang mengatakan, pada awal penetapan wilayah Kalimantan Timur dipilih lantaran memenuhi 3 aspek pertimbangan. Pertama, Kalimantan menjadi salah satu wilayah yang minim risiko bencana.
“Resiko bencana itu paling kecil di Kalimantan, bencana pasti terjadi tapi kita pilih manajemen risiko. Kedua, wilayah Kaltim tepatnya Penajam Paser Utara dipilih karena masih berada dekat dengan laut,” ucap Bambang.
Hal itu, kata ia, dilakukan guna merepresentasikan Indonesia sebagai negara kepulauan. Sehingga, pusat pemerintahan didesain agar berada dekat dengan wilayah perairan.
Ketiga, kata Bambang, karena telah berdekatan dengan daerah-daerah yang ekonomi dan sarana infrastrukturnya jauh lebih matang seperti Balikpapan dan Samarinda. “Yang kita ingin bangun adalah suatu Ibu Kota Negara pemerintahan yang merupakan bagian dari sistem perkotaan,” katanya.
Sebelumnya Presiden Jokowi baru-baru ini mengungkap sederet keuntungan memindahkan ke IKN, salah- satunya, pertumbuhan ekonomi sekitar akan terdongkrak. “Salah satu alasan kenapa Ibu Kota pindah karena kita ingin pemerataan, karena 58% GDP ekonomi itu ada di Jawa,” ucapnya.
Dimana, jumlah populasi Masyarakat Indonesia sebanyak 56% populasi berada di pulau Jawa. Sehingga, menurut Presiden, yang menjadi sebuah pertimbangan bagi pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota.












