Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Ketum GPMI Yakin Anies Tak Ditinggalkan PKS, PKB dan Nasdem

Views
×

Ketum GPMI Yakin Anies Tak Ditinggalkan PKS, PKB dan Nasdem

Sebarkan artikel ini
Syarief Hidayatullah calon DPD RI Ketum GPMI podcast koma
Ketum PB GPMI, Haji Syarief Hidayatulloh]

Koma.id – Ketua Umum PB Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) H. Syarief Hidayatullah masih yakin Anies Baswedan akan berlayar pada Pilgub Jakarta 2024 ini. PKS, NasDem, dan PKB yang telah mendeklarasikan dukungan tidak akan meninggalkan bakal cagub petahana tersebut.

“Sampai saat ini kan belum ada satu partai pun yang mencabut dukungan dari Anies. Karena Anies ini berpotensi menang. Siapa pun lainnya ya berat untuk (bisa mengalahkan Anies),” jelasnya, Jumat 9 Agustus 2024.

Silakan gulirkan ke bawah

Menurutnya PKS, PKB, NasDem, yang disebut akan bergabung ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) hanya sekadar manuver dan gimik politik. Pengalaman ini juga terjadi jelang Pilpres 2024, tapi Anies tetap melaju sebagai calon presiden saat itu.

“Jadi saya optimistis Anies akan berlayar di Pilkada 2024 ini. Biarlah proses berjalan terus. Enjoy saja. Nikmati proses politik,” ungkapnya.

Lagi pula, katanya melanjutkan, ketiga partai tersebut akan berpikir ulang kalau sampai meninggalkan Anies Baswedan. Karena mereka mendapatkan kenaikan suara signifikan pada Pemilu 2024 berkat dukungan kepada Anies. Terutama di Jakarta.

“PKS menjadi juara, pemenang di Jakarta. NasDem kursinya naik dari 7 menjadi 11. PKB lebih tinggi lagi kenaikannya, dari 5 menjadi 10 (kursi),” bebernya.

Dia yakin massa pemilih partai-partai tersebut akan ramai-ramai meninggalkan kalau sampai batal mengusung Anies di Pilgub Jakarta. Tidak hanya di Jakarta, tapi juga di daerah lain. Mengingat masyarakat memilih ketiga partai itu pada pemilihan legislatif kemarin karena loyalitas kepada Anies.

“Depok, Bekasi, Banten dan wilayah lain yang menjadi basis PKS akan terdampak jika meninggalkan Anies di Jakarta. Akan tinggalkan konstituennya. Juga Nasdem, PKB juga seperti itu akan ditinggalkan semua pendukungnya,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Jakarta ini pun mengingatkan KIM yang kini sedang membuat koalisi besar dengan menggandeng semua partai politik. Jagoan yang mereka usung tidak akan menang nantinya meski hanya melawan kotak kosong.

“Karena warga sudah antusias mendukung Anies. Tapi tiba-tiba dijegal. (Masyarakat) pasti tidak akan datang ke TPS,” ungkapnya.

Tidak hanya di Jakarta, pilkada di daerah-daerah lain yang sedang diupayakan KIM agar diikuti calon tunggal juga akan bernasib sama. Rakyat akan bergerak menolak pembajakan demokrasi. “Ini (keberadaan calon tunggal) bahaya, ini kemunduran demokrasi, demokrasi akal-akalan,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, NasDem, PKS dan PKB sebelumnya sudah mendeklarasikan mendukung Anies Baswedan sebagai calon gubernur. Namun belakangan, KIM menggagas koalisi besar dengan menggandeng partai-partai lain terutama pendukung Anies untuk mengusung Ridwan Kamil.

Kalau manuver koalisi partai-partai pendukung Prabowo-Gibran ini berhasil, Anies akan gagal berlayar dan Pilgub Jakarta 2024 kemungkinan besar akan diikuti satu pasangan calon.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.