Gulir ke bawah!
Olahraga

Walau Kalah dalam Playoff Olimpiade Paris 2024, Bos FIFA Harap Indonesia Tetap Bangga dengan Timnas U23

5240
×

Walau Kalah dalam Playoff Olimpiade Paris 2024, Bos FIFA Harap Indonesia Tetap Bangga dengan Timnas U23

Sebarkan artikel ini

KOMA.ID, JAKARTA – Presiden FIFA, Gianni Infantino memberikan seruan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menaruh kebanggaan tinggi kepada para squad Garuda Merah yang sudah berjuang keras di sektor persekbolaan dunia.

“Pesan saya kepada semua orang di negara pecinta sepak bola Indonesia adalah bangga dengan tim Anda,” kata Gianni dalam keterangan tertulisnya di akun Instagram pribadi @gianni_infantino, Jumat (10/5).

Silakan gulirkan ke bawah

Ia menilai bahwa apa yang telah diperjuangkan oleh para squad Garuda Merah dalam upaya meraih pagelaran kejuaraan sepak bola dunia, Indonesia sudah menunjukkan kualitas yang sangat bagus.

“Terus mendukung mereka dengan semangat yang sama karena mereka bergerak ke arah yang benar,” ujarnya.

Apa yang diperjuangkan oleh anak asuh Shin Tae-yong tersebut menunjukkan performa pertandingan yang sangat bagus dari sebelumnya. Apalagi ketika berhadapan langsung dengan Guinea dalam playoff Olimpiade Paris 2024.

Sebab, walaupun Timnas Indonesia U 23 kalah saat melakukan playoff tersebut, tim sepak bola yang digawangi oleh Arhan cs tersebut dianggap lebih unggul dalam persentase penguasaan bola.

“Dapat dikatakan bahwa tim tersebut melewatkan kualifikasi bersejarah untuk Olimpiade dengan selisih yang sangat tipis,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Gianni pun menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada Ketua Umum PB PSSI, Erick Thohir yang telah meramu tim squad Garuda Merah sehingga memiliki skill permainan sepak bola yang baik.

“Terima kasih kepada semua orang di PSSI, yang dipimpin oleh Presiden Erick Thohir, atas kerja luar biasa yang telah dilakukan sejauh ini, dan FIFA akan terus mendukung Anda di jalur ini,” pungkasnya.

Mendapati postingan yang positif dari Gianni, Erick pun menyampaikan respons yang baik pula. Ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bos FIFA tersebut.

“Terima kasih atas perhatian dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Presiden, Gianni Infantino yang hadir pada pertandingan playoff timnas U-23 Indonesia. Kemajuan kita selama ini tidak lepas dari kepercayaan dan dorongan Bapak Presiden terhadap sepak bola Indonesia,” tulis Erick Thohir.

Timnas Indonesia Kalah

Hasil pertandingan playoff Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 antara Indonesia U-23 vs Guinea U-23 berakhir dengan skor 0-1 di Paris, Prancis, Kamis (9/5/2024) malam. Meski kalah tipis dengan Guinea, namun Timnas Indonesia U-23 mampu mengimbangi permainan, bahkan dari sisi persentase statistik penguasaan bola justru unggul tipis dengan Guinea.

Indonesia harus berbangga. Timnas U-23 mampu mencapai tahapan yang jauh dari target di Piala Asia yaitu menuju Football at the Summer Olympics Concacaf-Conmebol Playoff atau kualifikasi memperebutkan satu tiket Olimpiade Paris 2024 antara wakil Asia dengan wakil Afrika.

Timnas Indonesia U-23 sampai pada tahap ini karena mampu finish di urutan keempat di ajang Piala Asia U-23/2024. Merupakan prestasi tertinggi sepanjang sejarah sepak bola Indonesia untuk Timnas U-23 sebagai debutan, namun langkahnya melebihi negara Asia Tenggara lain seperti Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Hanya saja, Timnas Indonesia U-23 yang bermain tanpa penonton harus mengakui keunggulan Guinea U-23 yang diperkuat mantan wonderkid Barcelona, Ilaix Moriba dengan skor tipis 0-1 dalam laga Playoff ini. Gol semata wayang Guinea U-23 dicetak oleh Ilaix Moriba melalui titik putih atau hadiah penalti akibat dari Witan Sulaiman melanggar pemain Guinea.

Nyaris sebagian besar publik sepakbola Indonesia pesimis dengan pertarungan Timnas U-23 saat melawan Guinea. Bukan tanpa sebab, karena dari sisi pengalaman hingga statistik kemampuan individual sampai pada nilai pasar pemain, Indonesia jelas jauh tertinggal. Kualitas sepakbola Guinea berada di peringkat 74 dunia namun Indonesia di urutan 134. Termasuk fisik yang sangat menjadi perhatian publik sepakbola juga mengkhawatirkan.

Akan tetapi melihat permainan Indonesia U-23 vs Guinea U-23 semalam, tak semenakutkan yang dibayangkan. Ternyata Timnas Indonesia U-23 mampu mengimbangi permainan Guinea. Terbukti Guinea tak mampu menjebol gawang Indonesia lewat skil individu atau lewat peluang serangan, melainkan dari hadiah penalti. Bahkan Guinea gagal mencetak gol kedua lewat tendangan penalti kedua yang dihadiahkan oleh wasit.

Adapun secara statistik Indonesia U-23 vs Guinea U-23 tak kalah jauh. Timnas Indonesia U-23 unggul pada penguasaan bola di angka 51%, sedangkan Guinea hanya 49%. Keunggulan ini tampak ketika Guinea gagal mencetak gol lewat titik putih, saat itulah performa permainan Indonesia meningkat meski harus ditinggalkan Shin Tae-yong akibat kartu merah dari wasit, Francois Letexier.

Meski demikian Timnas Indonesia U-23 memang kalah dari akurasi passing, hanya mampu mengemas 74% sedangkan Guinea 82%, tendangan tepat sasaran ke gawang hanya 1 kali, sedangkan Guinea sebanyak 4 kali. Statistik ini sebenarnya jauh dibandingkan Indonesia U-23 saat melawan Uzbekistan U-23, di mana dari sisi persentase Indonesia kalah segalanya.

Dalam laga tersebut Witan mengalami insiden berbenturan kepala dengan pemain Guine sehingga kepala harus diperban di menit ke-19. Tendangan tepat sasaran tercipta dari kaki Pratama Arhan setelah mendapatkan peluang dari luar kotak penalti, namun bisa diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang Guiena, Soumailla Sylla.

Adapun Penalti Guinea didapatkan melalui skema serangan balik, di mana Witan Sulaiman melakukan pelanggaran di kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih, Ilaix Moriba sebagai algojo pun mengubah skor menjadi 0-1.

Ilaix Moriba sebagai eksekutor, sukses melakukan tugasnya. Tendangannya gagal diantisipasi oleh kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari. Skor pun berubah menjadi 0-1 untuk Guinea dan bertahan hingga turun minum.

Adapun penalti Guinea didapatkan di menit ke-77 saat Alfeandra Dewangga merupakan pelanggaran karena melakukan tackling di dalam kotak penalti. Pelatih Shin Tae-yong melakukan protes keras lantaran menganggap itu bersih. STY justru dikartu merah oleh wasit, kubu Indonesia sempa memanas dan melancarkan protes terhadap tindakan wasit.

Untungnya, pemain Guinea Algassime Bah gagal melakukan eksekusi penalti karena membentur tiang kanan gawang. Skor tetap 0-1 hingga babak kedua berakhir. Hasil ini menjadikan Timnas Indonesia gagal melaju ke ajang multisport Olimpiade Paris 2024. Apa pun hasil itu, skuad Garuda Muda sudah memberikan hasil terbaik untuk bangsa.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.