Gulir ke bawah!
Politik

Soal Kampus Menggugat, Moeldoko: Kita Negara Hukum, Jangan Cara-cara Jalanan

393
×

Soal Kampus Menggugat, Moeldoko: Kita Negara Hukum, Jangan Cara-cara Jalanan

Sebarkan artikel ini
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko

Koma.id – Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan secara tegas bahwa pengadilan rakyat yang digagas civitas academica Universitas Gadjah Mada (UGM), tidak tepat digunakan dalam menyikapi persoalan negara.

“Karena kita negara hukum, jangan diselesaikan dengan cara-cara jalanan begitu,” kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Silakan gulirkan ke bawah

Moeldoko mengatakan hal yang dipermasalahkan civitas academica UGM berurusan dengan penyelenggaraan pemilu. Dengan demikian, sebaiknya hal itu diadukan ke penyelenggara pemilu, yaitu KPU dan Bawaslu.

“Kita negara hukum. Jadi mekanisme itu ada, regulasi jelas,” ujarnya.

Sejumlah civitas academica UGM sebelumnya menggalang gerakan Kampus Menggugat bertempat di Balairung, UGM, Sleman, DIY, Rabu (13/3).

Gerakan ini ditujukan untuk mengembalikan etika dan konstitusi yang terkoyak selama lima tahun terakhir.

Beberapa tokoh yang terlibat adalah Wakil Rektor UGM, Ari Sudjito; Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Koentjoro; Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum dan HAM, Busyro Muqoddas; pakar tata hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar; Rektor UWM, Edy Suandi Hamid; Rektor UII, dan Fathul Wahid.

Salah satu usulan dalam gerakan itu adalah mengadakan pengadilan rakyat. Zainal Arifin Mochtar mengatakan langkah itu perlu dilakukan karena lembaga negara tak serius mengadili dan menjatuhkan sanksi.

“Demokrasi bukan tidak pernah kalah tapi demokrasi itu adalah membutuhkan perjuangan,” ujarnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.