Koma.id – Calon Presiden Prabowo Subianto siap untuk merealisasikan program makan siang gratis. Salah satu langkah yang diusung adalah dengan mengevaluasi subsidi energi yang dinilai tidak tepat sasaran, terutama subsidi untuk bahan bakar minyak (BBM) dan tabung gas LPG 3 kg.
Dalam proposal kebijakan pertamanya, Prabowo menargetkan alokasi subsidi energi untuk mendanai sebagian janji kampanyenya tersebut.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno, menjelaskan bahwa saat ini Prabowo sedang berupaya mengkonsolidasikan kekuasaan guna memajukan kebijakan tersebut.
Dan subsidi BBM dan LPG saat ini lebih dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi, bahkan angkanya sekitar 80 persen dari Rp 350 triliun yang dikeluarkan pemerintah. Selain itu, pemerintah juga harus menutup celah dalam pengumpulan pajak untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan.
Subsidi BBM dan LPG saat ini lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat berpenghasilan menengah dan tinggi, bahkan mencapai sekitar 80 persen dari total anggaran subsidi sebesar Rp 350 triliun yang dikeluarkan pemerintah.
Dengan demikian, pemerintah perlu menutup celah dalam pengumpulan pajak untuk menghasilkan pendapatan lebih banyak guna mendukung program-program sosial seperti makan siang gratis yang diusung oleh Prabowo Subianto.







