Koma.id – Ramai dibahas publik tentang isu wacana pemakzulan Presiden RI, Jokowi.
Terkait isu pemakzulan Presiden Jokowi, turut disoroti oleh Jimly Asshiddiqie.
Sorotan pemakzulan Jokowi yang masih terus diperbincangkan, turut menjadi perhatian Jimly Asshiddiqie.
Melalui cuitan akun X pribadi Jimly Asshiddiqie @JimlyAs, pada Minggu 14 Januari 2024, ia turut menyampaikan pendapatnya.
Anggota DPD-RI periode 2019–2024 dari DKI Jakarta, sekaligus akademisi hukum tata negara Indonesia merespons mencuatnya wacana pemakzulan Jokowi sebagai Presiden, setelah 22 tokoh mendatangi Kantor Menko Polhukam, pada Selasa 9 Januari 2024 lalu.
Kedatangan 22 tokoh ke Kantor Menko Polhukam, diterima langsung Mahfud MD.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menyatakan melalui cuitannya hal ini tak mungkin terjadi.
Menurutnya, ini seakan aksi untuk mengalihkan perhatian publik.
Bahkan bisa saja ada pendukung Paslon Capres, yang ingin menunggangi pemakzulan presiden.
“Aneh, 1 bulan ke pemilu kok ada ide pmakzulan presiden. Ini tidak mngkin, kecuali cuma pengalihan perhatian atau karena pendukung paslon,” tulis cuitannya.
Ia pun menilai keinginan ini bisa terwujud kalau 2 per 3 anggota di legislatif setuju atas agenda pemakzulan ini.
Selain itu, isu pemakzulan. Menurut Jimly, ada pihak yang dibikin panik dan takut kalah saat Pilpres 2024.
“Panik dan takut kalah. 1 bulan ini, mana mngkin dicapai sikap resmi 2/3 ang DPR dan dpt dukungan 2/3 ang MPR stlah dari MK.”
“Mari fokus sj sukseskn pemilu,” ujar Jimly Asshiddiqie dalam lanjutan cuitannya tersebut.











