Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
KesehatanNasional

Tangkis Covid-19 yang Melonjak Lagi di DKI, Yuk Segera Vaksin Booster!

Views
×

Tangkis Covid-19 yang Melonjak Lagi di DKI, Yuk Segera Vaksin Booster!

Sebarkan artikel ini
Tangkis Covid-19 yang Melonjak Lagi di DKI, Yuk Segera Vaksin Booster!

Koma.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau warga Ibu Kota melakukan vaksinasi booster Covid-19 ketiga. Langkah itu untuk meningkatkan antibodi agar tidak tertular virus tersebut yang belakangan ini kasusnya melonjak.

Kepala Seksi Surveilans Epi­demiolog dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, rata-rata kasus positif Covid-19 di Jakarta minggu ini sekitar 200 per hari. Pemakaian tempat tidur rumah sakit sekitar 5 persen dari total tempat tidur yang disediakan atau sekitar 50-60 pasien yang sedang di rawat inap.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kondisi masih sangat terkendali. 90 persen kasus positif adalah OTG (orang tanpa gejala) dan bergejala ringan. Sehingga dengan isoman (isolasi mandiri) 3-5 hari di rumah akan sem­buh,” kata Ngabila, Minggu (17/12/2023).

Ngabila mengungkapkan, se­mua layanan vaksinasi DKI Ja­karta siap memberikan vaksinasi booster Covid-19 ketiga atau dosis kelima. Layanan ini berlaku untuk seluruh warga pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia usia 18 tahun ke atas dan gratis. Jarak dosis keempat ke dosis kelima ini minimal 6 bulan.

Ngabila menyebut, layanan vaksinasi dosis kelima di Jakarta sudah mulai dilakukan. Salah sa­tunya di Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Minggu (17/12/2023). Kegiatan yang digelar pukul 07.00-10.00 WIB itu, memberi vaksinasi kepada 143 orang. Rinciannya, dosis 1 sebanyak 1 orang, dosis 3 sebanyak 20 orang, dosis 4 sebanyak 70 orang dan dosis 5 sebanyak 52 orang.

Penyuntikan booster ketiga ini diprioritaskan untuk pegawai fasilitas kesehatan (faskes), keluarga pegawai, aparat TNI/Polri dan instansi pelayan pub­lik/swasta yang bersurat resmi meminta vaksinasi.

“Kemenkes akan segera mengeluarkan regulasi dosis lima untuk usia 18 dan membuka Pcare-nya (aplikasi pencatatan vaksinasi Covid-19),” ujarnya.

Namun, Ngabila mengung­kapkan, fokus Pemerintah saat ini adalah melindungi kelompok rentan dengan melengkapi vak­sinasi kelima dan deteksi dini. Dipastikannya, vaksinasi terbukti sangat efektif untuk mencegah keparahan dan kematian akibat Covid-19, terutama untuk kelom­pok berisiko tinggi meninggal. Yakni, pra lansia usia 50 tahun lebih, belum lengkap vaksinasi, komorbid hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung dan ginjal, kanker, TBC, HIV dan imunodefisiensi lainnya.

“Kelompok ini prioritas un­tuk menerima vaksin,” ucap Ngabila.

Ngabila meminta, masyarakat tidak perlu pilih-pilih merek vaksin. Karena sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Kes­ehatan (Kemenkes) pada 22 Mei 2023 dosis 1, 2, 3, 4, 5 dapat diberikan dengan merek apa saja yang tersedia. Saat ini merek vaksin yang tersedia Ina­vac dan Indovac. Kedua vaksin itu buatan dalam negeri, halal dengan sertifikat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), aman dan berkualitas.

“Namun merek vaksin Inavac belum bisa diberikan untuk usia di bawah 18 tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui,” jelasnya.

Ngabila menjelaskan, Indovac adalah vaksin produksi Bio­farma. Isinya, protein sub-unit rekombinan, kandungan seperti merek vaksin Zifivax. Sedang­kan Inavac produksi PT Biotis. Isinya, inactivated virus, kandungan seperti merek Sinovac.

Ngabila minta faskes yang membuka layanan vaksinasi mensosialisasikan ke seluruh jajaran dan pegawai agar tidak terjadi salah paham.


“Masyarakat menganggap di Puskesmas tidak ada pelayanan. Berikan informasi yang jelas dan valid di kanal media sosial (med­sos) dan bagian pendaftaran Puskesmas,” pintanya.

Selain itu, ingatkan semua pasien yang sudah disuntik dosis kelima agar melakukan pen­catatan manual dan diarsipkan di faskes, seperti fotokopi kartu vaksinasi, fotokopi KTP dan nomor handphone.

“Setelah Pcare bisa dibuka untuk dosis lima segera input data manual pasien-pasien yang sudah disuntikkan ke Pcare, ini juga berlaku untuk dosis 1 – 4,” tegasnya.

Untuk masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi Covid-19, lanjut Ngabila, dapat menge­tahui jadwal dan call center 44 Puskesmas Kecamatan di Jakarta di bit.ly/vaksincoviddkijakarta atau IG @dinkesdki. Sebaiknya, sebelum mendatangi lokasi vaksinasi, konfirmasi terlebih dahulu call center layanan vak­sinasi yang hendak dituju untuk mengetahui ketersediaan kuota.

Data pasien Covid pada Jumat (15/12/2023) tercatat sebanyak 336 atau meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Untuk itu, perlu ada upaya pencegahan penu­laran yang dilakukan serentak oleh seluruh elemen masyarakat.

Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr. Maxi Rein Rondonuwu mengimbau, masyarakat untuk segera me­lengkapi dosis vaksin Covid-19.

“Bagi masyarakat, terutama lansia dan dewasa yang memiliki komorbid serta penyandang imu­nokompromais, yang sudah per­nah memperoleh vaksinasi Covid-19 minimal 6-12 bulan yang lalu, dapat diberikan 1 dosis vaksin Covid-19,” kata Maxi dalam keterangannya, Jumat (15/12/2023).

Selain melindungi diri dengan vaksinasi, Maxi meminta masyarakat untuk menerapkan penggunaan masker saat sakit atau pada tempat umum yang berisiko penularan Covid-19. Lansia dan penyandang penyakit kronis dianjurkan menggunakan masker. Masyarakat diminta selalu mempraktikkan kebiasaan mencuci tangan guna memberi­kan perlindungan optimal dari penularan Covid-19.

“Segera periksakan diri jika sakit dan memiliki gejala Covid-19 seperti demam, batuk, pilek dan sesak napas. Jika hasil tes Covid-19 positif, lakukan iso­lasi,” tegas Maxi.

Melonjaknya kasus Covid-19 ini menjadi sorotan Dewan Per­wakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menekankan pentingnya upaya pencegahan penularan mengingat sebentar lagi akan memasuki Hari Raya Natal, Tahun Baru (Nataru) dan Ramadhan pada Maret 2024.

Aziz meminta, Dinkes mulai menyiapkan ruang isolasi untuk pasien yang terpapar Covid-19.

“Jangan sampai ketika banyak kasus, baru sibuk mempersiap­kan. Justru dari sekarang kita persiapkan karena penyebaran­nya sangat cepat,” saran Aziz, Jumat (15/12/2023).

Untuk masyarakat khususnya penderita komorbid atau riwayat penyakit penyerta seperti jantung dan gula, Aziz mengimbau agar menghindari kerumunan atau tempat-tempat ramai pada momen libur Nataru. “Jaga diri, karena dampaknya pada yang punya komorbid seperti gula, jantung sangat fatal,” tandasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.