Koma.id– Seorang warga Desa Wates, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Triyono (37), menjadi korban serangan brutas kelompok kriminal bersenjata (KKB) pada Jumat (24/11/2023).
Peristiwa tragis ini terjadi ketika Triyono bersama empat rekannya sedang bekerja di proyek pembangunan puskesmas di Kampung Jimbul, Distrik Beoga Barat, Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Triyono bersama dua rekan lainnya, Suyanto (40) dan Satiman (40), tewas akibat luka tembak dan sabetan senjata tajam di tubuh mereka. Sementara dua rekan lainnya, Nurali dan Alfian, berhasil diselamatkan oleh warga setempat.
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Jenazah Triyono kemudian diterbangkan dari Papua Tengah ke Semarang dan selanjutnya diantar menggunakan ambulans ke rumah duka. Saat tiba di rumah duka di Desa Wates, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa (28/11/2023) sekitar pukul 20.45 WIB,
“Ya Allah… Ya Allah…,” jerit istri Triyono, Nur Khasanah (33).
Triyono adalah pekerja bangunan yang kerap bekerja di luar kota. Bapak tiga anak itu kemudian mendapat tawaran bekerja untuk membangun puskesmas di Papua Tengah. Sebagai tulang punggung keluarga, Triyono pun pamit untuk bekerja ke Papua tengah.
“Sudah satu bulan setengah berangkat ke Papua Tengah. Korban memang pekerja bangunan dan sudah terbiasa ke luar kota,” kata Kepala Desa Wates, Iswahyudi saat dihubungi melalui ponsel, Senin (27/11/2023).
Iswahyudi mengecam keras penyerangan yang menyebabkan salah satu warganya kehilangan nyawa.
“Kami mengecam kekejian KKB. Hati nurani kalian di mana? Suami yang mencari nafkah halal untuk keluarga kalian bunuh, bagaimana nasib anak dan istrinya yang kehilangan tulang punggungnya? Semoga pemerintah Indonesia bisa secepatnya menuntaskan gejolak di sana,” ucapnya.













