Koma.id – Politikus Demokrat Benny K Harman sempat nyinyir di rapat kerja Komisi III DPR bersama Polri, Rabu (15/11). Ia menilai netralitas Polri hanya khayalan.
“Netralitas polisi dalam pemilu itu adalah sebuah utopia (khayalan). Itu hanya ideal saja. Nyatanya tidak,” tudingnya.
Benny mengaku bukan menjelekkan polisi, tapi hanya mengacu realita. Apa adanya. Kata dia, di forum raker ini tak boleh ada yang ditutup-tutupi.
“Mohon maaf sekali Pak Kabaharkam. Tidak bisa kita tutupi bahwa memang ada anggota yang kerjanya memasang baliho parpol tertentu,” sentilnya.
Benny yakin publik juga melihat realita itu. Yang jadi pertanyaan dia, kenapa Polri diam. Kesannya begitu.
Ia lantas bercerita. 2019 partainya pernah mendapat sikap tak nyaman. Bahkan hingga ada aksi pembakaran oleh massa. Polisi, diam.
“Ini kenyataan pak. Ini saya ungkapkan untuk menegaskan apa yang tadi saya sampaikan. Bahwa netralitas itu adalah sebuah utopia,” sindirnya sekali lagi.
Padahal, untuk urusan kamtibmas, pengamanan adalah kewajiban Institusi Polri. Semua parpol mestinya merasa aman karena ada polisi. Bukan sebaliknya. “Ini gugatan kami terhadap netralitas polisi dalam pemilu,” imbuhnya.
Terlepas dari itu, ia mendukung komitmen Polri dalam pengamanan Pemilu 2024. Tapi Benny menuntut agar semua yang dilakukan itu transparan. “Maka apa yang disampaikan Pak Jenderal, bukan sesuatu yang tidak tampak.” ucapnya.
Sebelumnya, Kabaharkam Komjen Pol Mohammad Fadil Imran merinci tiga operasi Polri untuk pengamanan Pemilu 2024.
Pertama Operasi Nusantara Cooling System. Lalu Mantap Brata. Dan ketiga adalah Operasi Kontijensi Aman Nusa.













