Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
NasionalPolitik

Bentuk Kekecewaan ke Presiden Jokowi, Ini Isi Maklumat Juanda 2023

Views
×

Bentuk Kekecewaan ke Presiden Jokowi, Ini Isi Maklumat Juanda 2023

Sebarkan artikel ini
Bentuk Kekecewaan ke Presiden Jokowi, Ini Isi Maklumat Juanda 2023

Koma.id, Jakarta – Sejumlah kalangan yang berisikan Akademisi, Budayawan hingga Relawan Jokowi membacakan Maklumat Juanda 2023 pada Senin (16/10/2023).

Maklumat Juanda ini menegaskan jika Reformasi kembali ke titik nol. Mundurnya Reformasi ditandai dengan merosotnya demokrasi dan diperburuk oleh fenomena politik dinasti. Reformasi dan Demokrasi yang kita tegakkan bersama dalam 25 tahun terakhir, dikhianati.

Silakan gulirkan ke bawah

Kedaulatan rakyat disingkirkan. Ruang publik dipersempit, oposisi menjelma aliansi kolusif, lembaga anti-korupsi dilemahkan, dan kekuatan eksekutif ditebalkan. Yang menentukan nasib kita: kekuasaan pemimpin nasional dan para majikan partai.

Penguasa menyalahgunakan demokrasi melalui peraturan perundang-undangan, mulai dari Revisi UU KPK, KUHP, hingga UU Cipta Kerja. Konflik kepentingan pejabat kabinet sangat kuat.

Prosedur demokrasi disalahgunakan untuk memfasilitasi oligarki yang lama mengakar di era rezim Soeharto. Penyelesaian pelanggaran HAM berat berhenti di ranah non-yudisial, instan, dan terhalang oleh kompromi politik jangka pendek.

Politik dinasti terasa kental ketika Presiden menyalahgunakan kekuasaan yang sedang dipegangnya untuk mengistimewakan keluarga sendiri. Anak-anaknya yang minim pengalaman dan prestasi politik menikmati jabatan publik maupun fasilitas bisnis yang tak mungkin didapat tanpa status anak Kepala Negara/Presiden yang berkuasa.

Presiden pun terus bermanuver untuk menentukan proses Pemilu 2024 dengan menggandeng kubu politik yang menjamin masa depan sendiri dan dinasti keluarga.

Rasa keadilan diinjak-injak. Masa depan bangsa dijadikan permainan kotor.

“Kami memergoki perilaku politik yang nista dari penguasa dan kalangan atas ini. Ukuran moral, tentang yang adil dan tidak adil, yang patut dan tidak patut telah hilang. Perilaku yang nista itu adalah kolusi dan nepotisme yang dirobohkan oleh gerakan reformasi, seperempat abad lalu,” bunyi Maklumat Juanda tersebut.

Itu sebabnya di sini kami, sejumlah warga negara dari pelbagai kalangan, bersuara. Indonesia memerlukan politik yang diabdikan untuk kedaulatan rakyat.

“Kami mendesak para pemimpin bangsa, terutama Kepala Negara, Presiden Jokowi, agar memberi teladan, dan bukan memberi contoh buruk memperpanjang kebiasaan membangun kekuasaan bagi keluarga,”

Pembaca Maklumat Juanda ini terdiri dari Guru besar, dosen, agamawan, budayawan, mantan duta besar, mantan komisioner pemberantasan korupsi, atlet nasional, pengacara, wartawan; tokoh-tokoh pendidikan, hak azasi manusia, lingkungan hidup; produser, seniman dan pegiat literasi, sastra, teater, seni rupa dan film; tokoh-tokoh relawan Jokowi:

1. A’ak Abdullah Al-Kudus
2. Abdul Choliq W
3. Adinda Silvia
4. Adrianus Suyadi
5. Agnes Sri Poerbasari
6. Agung Hujatnikajennong
7. Agung Wibowo
8. Agus Noor
9. Ahmad Majidun
10. Ali Goik
11. Alif Iman Nurlambang
12. Alifatul Arifiati
13. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid
14. Ambar Absari
15. Amin Santoso
16. Ammarsyah Purba
17. Amy Rahayu
18. Anak Agung Gede Ariawan
19. Andi Achdian
20. Andreas Harsono
21. Angelique Maria Cuaca
22. Ani Rahardjo
23. Anita Lie
24. Ari Nurcahyo
25. Arief Surowidjojo
26. Avanti Fontanau
27. Avianti Armand
28. Ayu Utami
29. Bambang Joedopramono
30. Banu Subagyo
31. Barly Halim
32. Beka Ulung Hapsara
33. Betti Alisjahbana
34. Bona Beding
35. Bonar Tigor Naipospos
36. Budi Frensidy
37. Butet Kartaredjasa
38. Cary Greant
39. Chrisman Hadi
40. Chumedi Yusuf
41. Daldiyono Hardjodisastro
42. Damaria Pakpahan
43. Danang Widoyoko
44. Daniel Sugama Stephanus
45. Denny Siregar
46. Diah Ambarwati
47. Dian Kartika Sari
48. Dimas S. Ranadireksa
49. Donny Danardono
50. Donny Gahral Adian
51. Eileen Rahman
52. Eko Cahyono
53. Eko Kuntadhi
54. Eko Teguh Paripurno
55. Elianu Hia
56. Ellen Pitoi
57. Ellya Soraya
58. Encik Sri Khrisna
59. Endang Yuliastuti Juwardi
60. Endo Suanda
61. Erika Wid

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.