Koma.id – Purnawirawan Perwira Tinggi Angkatan Laut yang juga sebagai pengamat militer, Soleman B Pontoh mengatakan kasus penganiayaan oknum Paspampres tersebut merupakan suatu bentuk kelalaian.
“Ya itu berarti Paspampres pun itu harus pengawasannya lebih ditingkatkan lagi, harusnya itu memang tidak boleh terjadi di Paspampres ya, tapi kok ya bisa terjadi,” kata Soleman B Pontoh dilansir dari akun Youtube Metro TV pada Rabu (30/8/2023).
“Artinya pengawasannya agak longgar, sehingga harus diawasi kembali,” katanya lagi.
Soleman Ponto menilai bahwa kejadian penganiayaan tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih satuan Paspampres merupakan pasukan militer terbaik yang terpilih untuk menjaga Kepala Negara.
Eks Kepala BAIS ini juga menguatkan pernyataan Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono yang menilai anggota Paspampres tersebut layak dihukum mati.
“Dan tentunya karena ini Paspampres yang melakukan, maka hukumannya seperti yang disampaikan Panglima TNI itu sudah pasti harus dihukum mati, dan kalau Panglima TNI sudah berbicara seperti itu, ankumnya itu yang tertinggi Panglima TNI, itu sudah setengah perintah!” tegasnya.
Purnawirawan Angkatan Laut itu, menilai hukuman maksimal berupa hukuman mati terhadap oknum Paspampres yang telah menganiaya warga Aceh, dapat menjadi pelajaran kedepannya.
Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi kedepannya, di satuan militer khususnya sekelas Paspampres.
“Dan ini biarkan harus ada pembelajaran, agar supaya kedepan hal seperti itu tidak boleh terulang kembali, karena ini Paspampres adalah anggota terbaik yang kita miliki!” tegasnya.









