Koma.id, Diketahui Kualitas udara di Jakarta sangat buruk dan tidak sehat terlebih pada Selasa (15/8/2023) pagi. Berdasarkan data IQAir, tingkat polusi Ibu Kota berada di angka 183 pada pukul 08.00 WIB dan menempati peringkat ke-1 kota paling berpolusi udara yang tidak sehat.

Hal tersebut juga berdampak pada Presiden Joko Widodo dikabarkan tengah mengalami batuk berkapanjangan selama 4 minggu. Menurut Dokter kepresidenan, hal tersebut disebabkan karena kondisi polusi udara yakni kualitas udara yang sehat dan buruk.
Namun Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin belum memastikan batuk yang dialami Presiden Jokowi disebabkan oleh pengaruh udara kotor yang melanda tengah melanda Kawasan Jakarta dan sekitarnya.
“Presiden bilang beliau agak batuk-batuk kemarin,” kata Menkes Budi Gunadi Sadikin. Menurut Menkes batuk yang dialami Presiden dapat dikatakan sebagai salah satu gejala dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Menkes mengungkapkan bahwa Presiden telah memberi arahan untuk melakukan penanggulangan akibat kualitas udara yang buruk di kawasan Jabodetabek. dengan melakukan deteksi dini pada kesehatan paru-paru seperti asma, tuberkulosis, kanker paru dan obsupsi paru.
Menurut Menkes, Sektor hilir diperkuat dengan kesiapan fasilitas pelayanan di rumah sakit untuk mengobati pasien dengan keluhan gangguan pernapasan.







