Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Daerah

Mahasiswa UNP Diusir Warga Usai Membuat Video Kritik Fasilitas Umum di Tempat KKN

Views
×

Mahasiswa UNP Diusir Warga Usai Membuat Video Kritik Fasilitas Umum di Tempat KKN

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa UNP Diusir Warga Usai Membuat Video Kritik Fasilitas Umum di Tempat KKN
Universitas Negeri Padang

Koma.id, Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di daerah Bungus Teluk Kabung, Padang, Sumatera Barat diusir oleh warga usai membuat sebuah video yang mengkritik fasilitas di daerah tersebut.

Dalam video tersebut, mahasiswa KKN tersebut menyebut fasilitas di daerah tersebut lebih buruk dari daerah lainnya. Mereka menyebut bahwa selama KKN mereka harus mandi di mushollah, kekurangan air  hingga harus membayar tempat tinggal.

Silakan gulirkan ke bawah
Mahasiswa KKN diusir usai buat video

“Kalian libur semester? Mana maen, KKN lah. KKN kalian di mana? Tanahdatar, Limapuluh Kota? Bungus lah, air gak ada, mandi di Musala. Diusir? Ngontrak bayar pula,” Ungkap beberapa Mahasiswa KKN tersebut.

Setelah video tersebut viral, beberapa masyarakat mengumpulkan mahasiswa tersebut untuk memberikan arahan.

“Adik-Adik tidak memberikan perubahan dalam lingkungan hingga nantinya penyelesaian datang dari dosen pembimbing datang kepada bapak camat atau lurah, ” Ungkap seorang warga.

“Jadi ini keputusannya, karena ini masalah adik-adik dengan pemerintah ditambah pasti ada warga yang melihat video tersebut demi keamanan adik-adik, “Lanjut warga tersebut.

Sementara Sekertaris UNP Erianjoni, mengungkapnya bahwa pihak akan berdiskusi dengan Camat Bungus Teluk Kabung terkait masalah ini. Lebih lanjut, Erianjoni mengungkap akan memberikan sanksi kepada mahasiswa-mahasiswa tersebut.

“Jadi mereka (warga) tidak terima ketika mahasiswa memposting video tersebut. Mungkin mahasiswa kecewa karena fasilitas yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan yang mereka bayarkan. Mungkin juga mereka cemburu karena ada daerah yang tidak bayar, ” Ungkap Erinjoni

“Mahasiswa kita harus diberi pembelajaran bahwa semuanya bisa di laporkan atau di sampaikan ke Dosen pembimbing lapangan (DPL) atau unit pelaksana pusat KKN, tidak semua harus di curahkan di media sosial. Sigkatnya, mungkin mereka kebablasan menggunakan media sosial, tentu masyarakat tidak terima. Menyangkut daerah tentu sensitif, ” Lanjut Erinjoni.

Erinjoni memastikan pihak kampus akan memproses hal ini agar tidak terulang lagi. lebih lanjut menurutnya jika mahasiswa tidak diterima lagi oleh masyarakat Bungus Teluk Kabung maka mereka akan dipindahkan ke daerah lain.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.