koma.id – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menkopolhukam)Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud memberikan sambutan pada Rakernas Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Leuwimunding, Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (17/6/2023).
Mahfud MD menyampaikan pentingnya peran pendidikan dalam menangkal radikalisme serta menjaga toleransi beragama dilingkungan sekolah baik disekolah umum maupun di Pondok Pesantren.
Pentingnya kegiatan pembelajaran kembali ke konstitusi Republik Indonesia sebagai bentuk pencegahan aliran radikalisme.
Prakiraan Cuaca Sulawesi Selatan 3 Juli 2026: BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang
Hal tersebut disampaikan Menkopolhukam Mahfud MD ketika memberikan pembekalan kepada ribuan Guru Nahdatul Ulama yang tergabung dalam Persatuan Guru Nahdatul Ulama atau (Pergunu) se Indonesia.
Menurut Mahfud MD ada beberapa kriteria mengacu kepada konstirusi dilingkungan sekolah seperti yang adanya toleransi umat beragama.
“Seluruh pendidikan di Indonesia pendidikan Islam harus kembali untuk membangun Indonesia yang toleran didalam perbedaan dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah pilihan Negara yang sudah final bagi seluruh umat islam.”
Menkopolhukam Mahfud MD kepada awak media menjelaskan sesuai amanat undang undang pendidikan yang mengacu ke konstitusi seperti adanya toleransi umat beragama.
Rapat Kerja Nasional Pergunu ke lima se Indonesia akan berlangsung selama dua hari ke depan.












