Koma.id, Seorang siswi SMP Jambi bernama Syarifah Fadiyah Alkaff viral dimedia sosial usai memposting video di akun tiktok nya yang memprotes aktivitas PT. Rimba Palma Sejahtera Lestari lantaran telah merusak rumah neneknya. Menurut Syarifah kegiatan PT. rimba ini menyebabkan banyaknya kendaraan-kendaraan besar yang melebihi muatan melintas sehingga mengakibatkan jalanan depan rumah neneknya ikut terimbas. Syarifah menduga ada permainan antara perusahaan China tersebut dengan pemerintah kota Jambi karena pelanggaran dalam eksploitasi yang dilakukan perusahaan.
“Saya disini membuat video untuk mencari keadilan buat nenek sya, seorang pejuang kemerdekaan RI yang di Dzalimi rumah dan sumurnya dirusak berkali-kali oleh perusahaan China yang bekerja sama dengan pemerintah kota jambi yang tidak bertanggung jawab ini, selain itu pemerintah kurang lebih 10 tahun terakhir mengizinkan truk dengan bobot 20 ton melewati jalan lorong warga yang seharusnya maksimal 5 ton sehingga merusak rumah, jalan dan habitat hewan, ” Ungkap Syarifah dalam video Tiktok miliknya

Namun video tersebut di tanggapi oleh Muhammad Gempa Awijon Putra selaku Kabag hujym pemkot jambi dengan melaporkan Syarifah karena dinilai menggunakan kata-kata kurang pantas dalam video tersebut.
“Dalam video yang di unggah tanggal 3 mei, Syarifah menyebut pemkot Jambi seperti fir’aun dan isinya adalah iblis, ” Ungkap Muh. Gempa dalam konferensi pers senin (5/6/2023)
“Kami tidak pernah melaporkan Syarifah ke polda Jambi, kami melaporkan akun tiktok @fadlyahalkaff . Namun ternyata yang bersangkutan masih SMP, itu diluar dugaan kita, ” lanjutnya dalam konferensi pers tersebut.
Kasus tersebut viral dan menarik perhatian Menkopolhukam Mahfud MD, Mahfud menyatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan kementerian PPA, Kompolnas dan Komisis Perlindungan Anak untuk bisa ke Jambi untuk membantu mendampingi, melindungi dan menjernihkan masalah Syarifah. Menurut Mahfud anak-anak seharusnya diperlakukan sesuai hukum yang berlaku bagi anak-anak.







