Koma.id, Jayapura – Tokoh masyarakat Papua, Herman Yoku, mengapresiasi upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Papua agar dapat bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas kamtibmas di Bumi Cenderawasih.
Dalam wawancara di Jayapura, Sabtu (3/6/2023), seperti yang dilansir IDM Times, Herman selaku Kepala Suku Besar di Kabupaten Keerom, Provinsi Papua itu berharap momen Hari Lahir Pancasila dapat menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Papua untuk menjaga Papua tetap aman dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dengan semangat kegotongroyongan, semangat ideologi Pancasila, saya ingin mengimbau kepada seluruh orang asli Papua yang ada di Tanah Papua, mari kita menjaga kamtibmas, menjaga lingkungan kita. Kemudian sebagai warga negara, kita harus sadar akan tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai warga negara dalam bingkai NKRI,” ujarnya.
Herman Yoku juga mengajak saudara-saudaranya yang memiliki perbedaan ideologi untuk melakukan introspeksi terhadap setiap kekurangan yang ada dalam diri mereka dan menyampaikannya kepada pemerintah.
Legal Aware, Smart Digital! Mahasiswa dan Kampus Cetak Generasi Melek Hukum Siber di MA Cikande
Ia menilai bahwa pemerintah adalah wakil Tuhan yang sesuai dengan ajaran dari lima agama yang ada di Indonesia.
“Saya minta kepada saudara-saudara yang berseberangan ideologi, mari kita kembali, kita koreksi apa yang menjadi persoalan terhadap diri kita sendiri, apa yang kita tidak suka, sampaikan kepada pemerintah,” kata Herman.
Herman yang juga anggota Majelis Rakyat Papua (MRP), menegaskan bahwa mereka yang berbeda ideologi sesungguhnya masih menjadi bagian dari Warga Negara Indonesia (WNI).
“Saya ingin menyampaikan saudara bukan warga negara West Papua yang saudara banggakan, saudara masih berstatus WNI. Hari ini, saudara bisa membanggakan diri mengangkat senjata melawan saudaramu sendiri, tapi tanpa disadari saudara lupa bahwa Tuhan telah menjadikan kita sama,” tuturnya.
“Kita diciptakan dari debu, kita akan kembali juga ke debu. Dari tanah, kita akan kembali menjadi tanah. Untuk itu, saya mohon saudara-saudaraku, yang ada di lembah pegunungan, kembalilah dan bangunan kembali kampung,” sambung Herman.
Herman sendiri merupakan Mantan kombatan OPM yang pernah merasakan rumah tahanan militer TNI AD di Kloofkamp, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura pada 1979 hingga 1983. Dengan pengalamannya itu, ia meyakini bahwa perjuangan kemerdekaan Papua adalah sia-sia.
“Tidak ada arti saudara berjuang. Saya bekas kombatan yang bukan punya tangan berdarah seperti yang saudara lakukan. Tangan saya bersih karena saya berjuang dengan kemampuan saya menyampaikan gagasan diplomasi ke pihak-pihak terkait di luar negeri dan ternyata tidak ada bantuan satupun yang dikasih,” ungkapnya.
Herman menegaskan, tidak ada satu pun negara di luar sana yang bakal mendukung perjuangan Papua merdeka. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada orang asli Papua yang masih mengangkat senjata untuk segera kembali menjadi warga negara Indonesia yang baik.
Lebih lanjut, Herman mengatakan bahwa selama ini TNI-Polri telah melakukan berbagai pendekatan untuk merangkul OPM agar kembali ke NKRI, tetapi sayangnya tidak diindahkan.
Ia pun meminta agar hukum ditegakkan dengan tegas terhadap siapapun yang melanggar hukum. Menurutnya, NKRI adalah negara hukum dan semua orang sama di mata hukum.
“Saya menyampaikan apresiasi terhadap penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat TNI-Polri terhadap KKB di Papua. Saya juga mengimbau kepada KKB untuk kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Herman.










