Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
NasionalPolitik

Paket Lengkap! TB Simatupang Ada KDRT, Gondangdia Rp8 T, Proklamasi Rp1,5M

Views
×

Paket Lengkap! TB Simatupang Ada KDRT, Gondangdia Rp8 T, Proklamasi Rp1,5M

Sebarkan artikel ini
Paket Lengkap! TB Simatupang Ada KDRT, Gondangdia Rp8 T, Proklamasi Rp1,5M

Koma.id Dalam unggahan terbarunya di Twitter, pegiat media sosial Jhon Sitorus menyampaikan kritik tajam terhadap partai politik NasDem, PKS, dan Demokrat yang juga pengusung bakal capres 2024 Anies Baswedan.

Melalui cuitan Jhon tampak mengungkap fenomena kelam di balik kader-kader partai yang mendukung Anies itu. Mari kita lihat dengan seksama cuitan dalam akun Twitter @Miduk17 yang dikutip Koma.id.

Silakan gulirkan ke bawah

Pertama-tama, Jhon menyebutkan Di Gondangdia ada 8 Triliun, di Proklamasi ada 1,5 Miliar, di TB Simatupang KDRT.”

Klaim mengenai Gondangdia merujuk DPP Partai NasDem yang berada di Daerah, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Di mana Sekjen kader partai besutan Surya Paloh itu, yakni Jhonny Platte, yang jugan mantan Menkominfo sedang terseret kasus dugaan korupsi BTS 4G. Kejahatan korupsi itu menyebabkan negara rugi hingga Rp8,32 triliun.

Selanjutnya, klaim mengenai “Di Proklamasi ada 1,5 Miliar” merujuk pada Partai Demokrat. Adapun parpol berlambang Bintang Mercy itu beralamat di Jl. Proklamasi, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.

Di mana, KPK beberapa waktu terkahir menyita uang senilai korupsi Rp1,5 miliar dari seorang staf DPP Partai Demokrat dalam kasus korupsi Bupati nonaktif Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak. Staf DPP Partai Demokrat yang dimaksud adalah Reyhan Khalifa.

Klaim mengenai “Di TB Simatupang KDRT” mengacu pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai besutan Ahmad Syaikhu itu beralamat di Jl. TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Di mana Bukhori Yusuf atau dikenal Bukhori yang sebelumnya sebagai Anggota DPR RI di Komisi VIII sekaligus Anggota Badan Legislasi dari Fraksi PKS periode 2019-2023 sedang bermasalah serius. Ia dilaporkan istri keduanya berinisial M terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Bukhori disebut sangat kejam! Ia kerap menginjak-injak tubuh istri keduanya yang sedang hamil, sehingga mengalami pendarahan dan akhirnya keguguran.

Belum habis di situ, M lewat kuasa hukumnya juga mengaku Bukhori, kerap memaksa korban melakukan hubungan seksual tak wajar.

Sebelum mengakhiri cuitanya, Jhon Sitorus juga mengutip soal kata ‘Perubahan’ adapun kata ini bila ditelisik bisa merujuk pada nama Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP), yang terdiri dari NasDem, PKS, dan Demokrat.

Menurutnya, sebelum menggemakan tentang perubahan, sebaiknya lebih introspeksi terlebih dahulu dalam internal partai masing-masing.

Jhon menegaskan bahwa perubahan yang diinginkan harus dimulai dari diri sendiri (ngaca). Terlalu banyak tuduhan dan serangan tanpa refleksi terhadap masalah internal partai telah mengaburkan rumah mereka sendiri. Hal ini merupakan suatu keprihatinan yang serius.

“Lengkap sudah. Kalo mau memulai PERUBAHAN, sebaiknya mulai dari diri sendiri dulu (NGACA). Terlalu banyak MENUDUH, sampai lupa dengan rumah sendiri. Memprihatinkan,” akhir tulisnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.