Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Gaya Politik Jokowi Buat Pendukung Prabowo-Anies Pusing 7 Keliling

Views
×

Gaya Politik Jokowi Buat Pendukung Prabowo-Anies Pusing 7 Keliling

Sebarkan artikel ini
Prabowo - Anies - Sandi
Prabowo Subianto saat mendukung Anies-Sandi di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu.

Koma.id Pada akhir-akhir ini, publik dihebohkan oleh sorotan yang meluas mengenai sinyal dukungan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Prabowo Subianto dalam pemilihan calon presiden 2024. Bahkan, dukungan ini juga mendapatkan respons dari Gibran Rakabuming Raka, Walikota Solo dan putra Presiden Jokowi, yang ikut memberikan dukungan kepada Prabowo.

Fenomena ini kemudian memicu berbagai analisis politik dari berbagai pihak, yang menyiratkan bahwa Presiden Jokowi tidak menginginkan adanya tiga pasangan calon presiden dalam pemilihan mendatang karena khawatir Anies Baswedan dapat memenangkan pertarungan.

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam menghadapi anggapan-anggapan tersebut, Saiful Huda Ems (SHE), seorang pengacara dan analis politik, memberikan pandangannya. Ia menyoroti fakta bahwa pendukung Prabowo dan Anies Baswedan cenderung memiliki pendirian yang kuat dan sulit dipengaruhi, bahkan sebagian dari mereka tidak memahami sejarah dengan baik.

Menurut SHE, apa yang telah dilakukan oleh Prabowo dan Anies di masa lalu tidak pernah didengar atau dipahami dengan baik oleh para pendukung mereka. Bagi pendukung tersebut, keduanya adalah pilihan utama tanpa ruang untuk diskusi lebih lanjut.

Situasi ini menciptakan dilema bagi Presiden Jokowi dan keluarganya, yang sering kali menjadi sasaran fitnah sebagai keturunan Partai Komunis Indonesia oleh pendukung Prabowo Subianto.

Untuk menghadapi hal ini, mereka terpaksa mendekatkan diri kepada Prabowo agar dianggap sebagai pendukungnya. Namun, persepsi para pendukung Prabowo tentang hal ini membuat mereka bingung dan menduga bahwa Prabowo akan dikendalikan oleh Jokowi di masa depan.

““Kalau Presiden Jokowi dan keluarganya sudah dianggap sebagai pendukung Prabowo Subianto, maka pendukung Prabowo Subianto akan pusing tujuh keliling,” ungkap SHE pada Minggu (21/5/2023).

SHE menjelaskan bahwa setelah berkompetisi dalam Pemilihan Presiden 2014 dan 2019, Prabowo dan Sandiaga Uno akhirnya menerima posisi menteri di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi.

Tindakan ini dianggap oleh Presiden Jokowi sebagai strategi politik tingkat tinggi untuk memecah dukungan yang solid bagi Prabowo Subianto, sehingga sebagian pendukungnya beralih atau terbagi mendukung Anies.

Dengan adanya peristiwa-peristiwa tersebut, panorama politik menjelang pemilihan calon presiden 2024 semakin menarik untuk diikuti.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.