Koma.id– Pemerintah berencana melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton. Impor tersebut diklaim guna membuhi cadangan beras pemerintah (CBP) yang biasa menjadi pasokan untuk menjaga stabilitas stok dan harga beras.
Bahkan Presiden Joko Widodo, mengklaim impor beras itu karena kemungkinan akan menghadapi el nino atau kekeringan panjang. Sehingga impor penting guna mengantisipasi kekosongan saat musim kekeringan.
“Itu untuk cadangan Bulog, karena kemungkinan akan ada yang namanya el nino, kering panjang. Sehingga Bulog dan Badan Pangan mempersiapkan diri untuk memperkuat cadangan berasnya,” kata Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI FPKS, H. Johan Rosihan, menilai impor 2 juta ton beras dalam periode 1 tahun ini bisa mengulang kesalahan pada tahun 2018. Kala itu mengimpor kurang lebih 2,2 juta ton beras.
Hal itu mengakibatka bulog overstock, ratusan ribu beras bulog rusak dan terpaksa di musnahkan. Tak hanya itu. Petani juga merugi karena beras impor masuk kepasaran menyebabkan harga gabah turun
“Kita menilai bahwa pemerintah ngotot melakukan impor beras telah berdampak sangat buruk bagi petani dan faktanya berdampak meningkatnya kemiskinan di pedesaan, peralihan penguasaan lahan dari masyarakat desa ke pemodal dan hancurnya kedaulatan pangan nasional,” ucap Johan Rosihan.







