Koma.id, Jakarta – Pengamat Intelijen dan Keamanan Stanislaus Riyanta menyoroti pro kontra terkait kedatangan Timnas Israel ke Indonesia di Piala Dunia U-20.
“Ini kan olahraga kan, olahraga kita siap nggak sih sebenernya untuk berolahraga, secara sportif itu di dalam olahraga kan jelas kan itu suatu pertandingan ada persahabatan. Ada kompetisi, ya kalau memang kita enggak siap dengan lawannya, pilih pilih ya nggak usah menyelenggarakan seperti itu kan,” tegas Stanislaus, Rabu (22/3/2023).
Menurutnya, semua pihak harus bersikap dewasa dan pertandingan ini harus fair dan sportif. Jika memang mau ikut olahraga misalnya mau ikut FIFA mau ikut piala dunia siapapun lawannya ya udah diterima.
“Itu konsekuensi gitu loh. Tapi kalau kita pilih-pilih, wah kita kayak menang-menangan sendiri kan, menang-menangan maunya lawannya ini ngantur-ngatur yang boleh ikut ini kemenangan FIFA lah,” katanya.
Kata dia, ketika harus mengikuti FIFA ikuti aturan FIFA ketika ada sentimen-sentimen maka harus kesampingkan dulu dan jangan ada yang mementingkan sikap egois.
“Kita jangan menang-menangan sebagai kelompok-kelompok tertentu. Menang-menangan sampai acara-acara olahraga yang istimewanya Internasional yang di situ ada sportivitas, di situ ada kompetisi, diabaikan hanya untuk sentimen kelompok itu yang tidak benar,” sebutnya.
Stanislaus juga menilai upaya kelompok PA 212 yang ingin menggagalkan Piala Dunia U-20 dengan cara menggeruduk Bandara Soetta saat kedatangan Timnas Israel adalah cara yang sangat memalukan.
“Kalau misalnya itu terjadi, ini sangat memalukan bagi Indonesia sebagai tuan rumah. Kalau emang Indonesia nggak siap, menghadapi kelompok itu ya nggak usah jadi tuan rumah. Tetapi kalau siap menjadi tuan rumah, apapun konsekuensinya aturannya di FIFA siapa pesertanya ya harus dihadapi diikuti,” jelasnya.
Dikatakannya, persoalan ketidaksukaan terhadap kelompok tertentu terhadap entitas tertentu harus dilakukan secara bijak jangan sampai mencederai acara-acara Internasional.
“Ingat, ini martabat bangsa dipertaruhkan di sini. Ketika tidak suka secara politik atau secara ideologis. Sampaikan dulu ini ada event Internasional yang memang sudah kewajiban sebagai indonesia sebagai tuan rumah. Ya lakukan Itu,” pungkasnya.












