Koma.id, JAKARTA – Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), memberikan respons terkait dengan beredarnya video Anies Rasyid Baswedan yang tampak memeluk mesra pendukungnya yang notabane adalah perempuan.
Apa yang dilakukan Anies, menurutnya sama sekali tidak merepresentasikan Islam. Apalagi selama ini, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut selalu dikait-kaitkan dengan perjuangan politik agama tertentu.
“Kalau secara syariat ya nggak boleh. Itu kan bukan muhrimnya. Artinya jelas Anies bukan representasi Islam. Murni politik praktis, banyak pendukungnya yang terjebak soal sentimen agama belaka,” kata Habib Syakur, Senin (20/1).
Habib Syakur sendiri tak mempermasalahkan sepak terjang Anies yang ingin menjadi Presiden di tahun 2024. Sebab, semua itu adalah hak politik warga negara yang berhak untuk memilih dan dipilih.
“Itu hak dia sebagai warga negara. Asal syarat-syaratnya terpenuhi, sah-sah saja dia mau jadi Capres atau Cawapres,” ujarnya.
Namun, Habib Syakur memberikan penekanan bahwa dengan tingkah Anies Baswedan di dalam video tersebut, jelas politik Islam tidak patut.
“Bukan politik Islam. Itu kan salah satu contoh liberalnya Anies, katanya representasi Islam, kok syariat saja dilanggar. Kecuali memang politisasi Islam yang dipakai, ini beda soal,” tuturnya.
Habib Syakur juga mengajak semua pihak untuk berhenti melakukan politisasi identitas. Sebab, pola politik semacam itu cenderung bisa merusak tatanan sosial masyarakat Indonesia.
“Sudahlah, jangan terus-teruskan politisasi identitas. Saya kira rakyat kita sudah lelah dengan polarisasi akibat pembelahan politik periode lalu. Saatnya kita kuatkan politik gagasan,” tegas ulama asal Kota Malang ini.
“Percuma ngajak shalat jumat keliling Indonesia hanya untuk menunjukkan bahwa dia paling pantas dipilih umat, sementara tak ada gagasan dan suri tauladan yang baik, sekedar citra. Saya kira rakyat kita sudah sangat cerdas,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, sebuah rekaman video menunjukkan seorang perempuan cantik berjilbab oranye dari Relawan Anies memeluk dengan mesra. Bahkan Anies pun membalasnya dengan pelukan erat dan sangat lembut.












