Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Bentrok Buruh di Morowali Utara Akibat Paksaan Ajak Mogok Massal

Views
×

Bentrok Buruh di Morowali Utara Akibat Paksaan Ajak Mogok Massal

Sebarkan artikel ini
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan keterangan pers terkait penyidikan kasus penembakan Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8/2022). Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan melalui Tim Inspektorat Khusus (Irsus) telah melakukan pemeriksaan terhadap 25 personel polri terkait dugaan pelanggaran kode etik dalam perkara penembakan Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

KOMA.IDKapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menepis soal isu yang menyebutkan bentrokan di PT GNI, Morowali Utara, dimulai dengan peristiwa pemukulan oleh tenaga kerja asing (TKA) terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI).

Menurut Listyo Sigit, peristiwa itu berawal dari ajakan mogok diikuti dengan provokasi.

Silakan gulirkan ke bawah

“Peristiwa yang terjadi awalnya adalah ada ajakan mogok dari karyawan yang kemudian di situ menimbulkan pro dan kontra. Dan kemudian ada upaya pemaksaan sehingga di situlah ditolak dan kemudian diviralkan dan diprovokasi oleh terjadi pemukulan TKA terhadap TKI,” kata Sigit dalam konferensi pers, Senin (16/1/2022).

Sigit menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 1.300 TKA dengan kemampuan, dan 11 ribu TKI. Disebutkan, TKI akan bertambah menjadi 30 ribu.

“Jadi tentunya tugas TKA di situ selain tentunya menangani hal yang bersifat sangat teknis, juga melakukan transfer knowledge kepada TKI yang ada. karena di situ juga kita lihat didirikan Politeknik untuk melaksanakan atau memberikan transfer knowledge pada TKI-TKI Indonesia,” katanya.

Sigit menegaskan kembali bahwa isu soal pemukulan oleh TKA tidak terjadi.

“Jadi terkait isu-isu yang ada ini saya luruskan bahwa peristiwa yang sebenarnya tidak seperti itu,” katanya.

Diketahui, bentrokan terjadi antara karyawan WNA dan WNI di PT GNI, Sabtu (15/1/2023). Akibatnya, dua pekerja, yaitu 1 tenaga kerja Indonesia (TKI) dan 1 tenaga kerja asing (TKA), tewas. Sementara sembilan orang lainnya mengalami luka-luka.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.