Koma.id – Tim pesepeda Chasing The Shadow Greenpeace (CATS) Greenpeace terus melakukan perjalanan kesaksian melihat kerusakan-kerusakan akibat krisis iklim yang terjadi secara nyata. Pesepeda CATS itu sendiri akan menuju titik akhri di Denpasar, Bali.
Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hadi Priyanto, mengatakan tim pesepeda akan tiba di Denpasar Bali pada tanggal 13 atau 14 November 2022. Kendati demikian titik lokasinya masih dikonsolidasikan.
“Ini kan sebenarnya perjalanan yang kita lakukan dari Jakarta sampai ke Bali itu perjalanan menyaksikan atau kesaksian bagaimana teman-teman itu menyaksikan sendiri krisis iklim yang terjadi itu seperti apa, separah apa,” kata Hadi saat diwawancarai Koma.id, Minggu (6/11/2022).
Mahfud MD: Cukup Ubah Satu Pasal untuk Alihkan Pidana Umum Prajurit TNI ke Peradilan Umum
Hadi menegaskan, dalam kegiatan perjalanan kesaksisan ini turut juga merangkul masyarakat serta anak muda bagaimana melihat krisis lingkungan yang saat ini nyata terjadi di depan mata.
“Kita ngajak masyarakat, anak muda buat bersepeda bareng untuk melihat langsung apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Mereka lihat sendiri dari Marunda, Muara Gembong terus Kendeng sampai hari ini juga ke Porong,” kata Hadi Priyanto.
“Jadi memang biar mereka sendiri yang menyaksikan langsung. Apakah krisis iklim itu hanya hoaks, hanya ilusi semata atau memang sudah terhadi di depan mata kita,” tambah Hadi.
Selain itu, Greenpeace juga menilai, rangkaian sepedaan menuju Bali dalam rangka perjalanan kesaksian yang akan disuarakan kepada para para pemimpin dunia dalam helatan KTT G20 mendatang.
“Jadi dari perjalan kesaksian ini kita ingin kasih tau kepada para pemimpin dunia yang hadir di G20 bahwa kalau kita enggak melakukan tindakan serius terus enggak merubah arah kebijakan energi kita, enggak merubah pemakaian energi kita, maka krisis iklim itu akan semakin parah dan semakin buruk dan akan semakin merusak kehidupan masyarakat,” ungkap Hadi.
“Jadi memang kita berharap dari pertemuan G20 para pemimpin dunia ini bisa menghasilkan sebuah kebijakan, tindakan yang nyata untuk melakukan transisi energi seutuhnya,” ungkapnya lagi.













