koma.id – Narapidana teroris (napiter) bom Bali Umar Patek dipastikan segera mendapatkan pembebasan bersyarat dalam waktu dekat, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meyakinkan mantan anggota organisasi terorisme Jamaah Islamiyah yang pernah menjadi buronan Amerika Serikat itu tidak perlu ditakuti karena telah berikrar setia terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala BNPT Boy Rafli Amar seusai meresmikan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan NKRI atau WARUNG NKRI di Surabaya.
Sebab napiter kelahiran Pemalang yang kini berusia 56 tahun saat menjadi anggota organisasi terorisme Jamaah Islamiyah tersebut telah berikrar setia kepada NKRI.
“Selama menjalani masa hukuman juga telah mengikuti program deradikalisasi dari BNPT, sudah berikrar kepada NKRI dengan mengikuti langkah-langka sebagai warga negara yang baik.” ujar Kepala BNPT RI Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar.di Surabaya, Jawa Timur. (30/10/2022)

Narapidana teroris bom Bali Umar Patek dipastikan segera bebas dalam waktu dekat masa tahanan terpidana terorisme yang divonis 20 tahun karena membantu merakit bahan peledak yang menewaskan 202 orang termasuk 88 warga Australia dalam pengeboman di Sari Club dan Paddy’s Irish Bar Kuta Bali pada 12 Oktober 2002, dikurangi setahun sebelas bulan yang berarti akan memenuhi pembebasan bersyarat pada Januari 2023 mendatang.
Atas perannya itu, dia dihukum penjara selama 20 tahun pada 2012. Namun dia terhindar dari hukuman mati, dan hukuman seumur hidup karena membantu polisi serta meminta maaf kepada keluarga korban.
Dengan kata lain Umar Patek telah menjalani dua pertiga dari hukumannya yang dijalani di lembaga pemasyarakatan (Lapas) kelas satu Surabaya di Porong Sidoarjo sejak 2012.
Sementara salah satu upaya yang dilakukan BNPT dalam melawan virus intoleransi, radikalisme dan terorisme salah satunya dibangunnya WARUNG NKRI, yang merupakan sarana bagi masyarakat untuk berkumpul dan membahas nilai kebangsaan sebagai vaksin melawan virus intoleransi, radikalisme dan terorisme.
WARUNG NKRI mendapat sambutan positif dari pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan cara dibangunnya di tempat-tempat strategis yang dapat dikunjungi oleh berbagai komunitas maupun masyarakat serta memupuk toleransi.
“Dengan cara ini dapat mewadahi dan kita harus juga mensyukuri perbedaan bukan mengecam perbedaan.” Kata Dr. H. Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.






