Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Sambut G20, Greenpeace Ingin RI Dorong Penguatan Transisi Energi Terbarukan

Views
×

Sambut G20, Greenpeace Ingin RI Dorong Penguatan Transisi Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
CATS in Bekasi
Tim pesepeda Chasing The Shadow (CATS) Kania YuthikaIman (depan), Rafii Puji Berkah (tengah) dan Iman 'Dayak" Sulaeman (belakang) melewati Desa Pantai Bahagia, Bekasi, pada tur sepeda leg pertama Selasa, 18 Oktober 2022. (Veri Sanovri / Greenpeace)

Koma.id Organisasi lingkungan global Greenpeace menggelar kegiatan ‘Chasing the Shadow’ dalam rangka menyambut helatan Presidensi G20 yang akan digelar di Bali pada 15 November 2022.

Chasing The Shadow atau perjalanan kesaksian adalah tentang cerita krisis iklim di berbagai wilayah dengan bersepeda dari Jakarta-Bandung-Semarang-Surabaya-Bali.

Silakan gulirkan ke bawah

Pengkampnye iklim yang juga peneliti Greepeace Adila Isfandiary mengungkapkan aksi ‘Chasing the Shadow’ digelar selama satu bulan dengan tujuan akhir di Bali.

“Kita memulai kegiatan satu bulanan dari Jakarta melewati kota besar itu ke Bali tujuannya kita ingin menyambut G20,” kata Adila saat diwawancarai, Jumat (21/10/2022).

“Nah apa yang mau kita gagas sebetulnya kita ingin menyaksikan nih dampak-dampak perubahan iklim yang sudah terjadi di berbagai wilayah pesisir di Jawa dan Bali yang kebetulan kita lewati,” sambung Adila.

Adila menegaskan bahwa pihaknya telah meninjau langsung lokasi yang menjadi tempat atau wilayah terdampak akibat krisis iklim yakni di kawasan Muara Gembong.

“Kemarin kita sudah melihat di Muara Gembong juga, di sana kita melihat ada satu kampung, namanya kampung Beting itu sebagian wilayahnya itu sudah kayak tenggelam gitu oleh kenaikan permukaan air laut,” kata Adila.

CATS
Seorang perempuan berjalan di depan rumah-rumah yang ambruk diterjang banjir rob di Desa Pantai Bahagia, Bekasi, dalam tur sepeda leg pertama, Selasa, 18 Oktober 2022. (Veri Sanovri / Greenpeace)

Salah satu permasalahan ekosistem yang terjadi hari ini, menurutnya, disebabkan oleh ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Pihaknya juga berencana mendokumentasikan sekaligus menceritakan kembali apa yang sudah dilihat di berbagai wilayah tersebut dari satu kota ke kota lainnya.

“Jadi memang kegiatan Chasing the Shadow ini kita juga ada workshop tentang lingkungan disetiap kota-kota besar tersebut. Kita jga ada pameran foto, terus ada pertunjukan musik,” ujarnya.

Selain itu, Adila mengungkap aksi ‘Chasing the Shadow’ sebagai bentuk dorongan agar pemerintah memiliki perhatian khusus terhadap permasalah iklim yang nanti dibahas dalam hetalan Presidensi G20.

“Karena G20 ini kan kita yang memegang presidensinya sehingga kita yang memiliki power yang lebih untuk mendorong beberapa isu-isu yang bisa kita perbincangkan di G20,” katanya.

“Kebetulan memang ada tiga pilar isu yang akan dibahas oleh G20 nanti salah satunya adalah transisi energi berkelanjutan. Nah kita ingin menyuarakan bahwa itu penting sekali untuk dilakukan transisi energi berkelanjutan,” tambahnya lagi.

Sebagaian besar emisi gas rumah kaca diketahui berasal dari pembakaran energi fosil. Sementara Indonesia masih bergantung pada sumber energi fosil.

“Kita mau pemerintah Indonesia harusnya lebih kuat dong mendorong agenda transisi energi tersebut,” ungkap Adila.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.