KOMA.ID – Praktisi hukum, Habib Husin bin Alwi Shihab kaget setelah mendapati fakta bahwa Tifauzia Tyasuma alias dokter Tifa ternyata tidak memiliki kredibilitas akademis maupun praktis dalam menyampaikan rujukannya, termasuk dalam kapasitas ilmu kedokteran.
“Astaghfirullah. Saya menyesal ikut mengomentari cuitan Dokter Tifa. Ternyata kredibilitasnya tidak mumpuni dan tak layak untuk dijadikan rujukan netizen NKRI,” kata Habib Husin dalam keterangannya dikutip dari Tweet @HusinShihab, Rabu (12/10).
Hal ini disampaikan Habib Husin karena ternyata ijin praktik kedokteran Tifauziya ternyata sudah tidak aktif lagi bahkan beberapa tahun terakhir.
Bundaran HI Rawan Jambret WNA
Sayangnya, masih banyak sekali netizen yang mempercayai apa yang diutarakan oleh Tifuaziya. Oleh sebab itu, Habib Husin pun menilai bahwa hanya kelompok kadrun saja yang mau mempercayai apa kata bekas pegawai di Unit Clinical Epidemiology dan Evidence Based Medicine (CEEBM) FKUI-RSCM.
“Kecuali bagi para Kadrun, memang pas sosoknya untuk dijadikan rujukan Kadrun ini orang,” ujarnya.
Berdasarkan penelusuran Koma.id, dr Tifa ternyata sudah tidak aktif lagi di Universitas Indonesia sejak tahun 2015. Hal ini disampaikan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia melalui siaran resmi mereka.
Bersama ini perlu kami sampaikan bahwa dr. Tifauzia Tyassuma sudah tidak aktif lagi di Unit Clinical Epidemiology dan Evidence Based Medicine (CEEBM) FKUI-RSCM baik sebagai executive officer CEEBM ataupun staf sejak tahun 2015. Status kepegawaian yang bersangkutan terakhir adalah sebagai pegawai kontrak waktu tertentu (PKWT) di FKUI yang sejak saat itu juga sudah tidak diteruskan kembali.
Untuk itu segala pemikiran, perkataan, dan perbuatan yang bersangkutan saat ini, sama sekali tidak terkait dengan CEEBM FKUI-RSCM.













