Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Deklarasi Capres Ditengah Duka Bukanlah Negarawan, Tak Layak Jadi Presiden RI ! Nyindir Anies Gus ?

Views
×

Deklarasi Capres Ditengah Duka Bukanlah Negarawan, Tak Layak Jadi Presiden RI ! Nyindir Anies Gus ?

Sebarkan artikel ini
Deklarasi Capres Ditengah Duka Bukanlah Negarawan, Tak Layak Jadi Presiden RI ! Nyindir Anies Gus ?

Koma.idPNIB sentil deklarasi Capres Anies Baswedan ditengah duka bukanlah Negarawan, tak layak jadi Presiden RI.

Penetapan Anies Rasyid Baswedan sebagai Calon Presiden 2024 yang diusung partai NasDem sontak banyak menuai pro dan kontra dari para tokoh masyarakat maupun masyarakat.

Silakan gulirkan ke bawah

Salah satunya datang dari Ketua Umum Organisasi Kemasyarakatan Lintas Agama, Suku Dan Budaya, Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu, PNIB, AR Waluyo Wasis Nugroho atau yang lebih akrab disapa Gus Wal.

Gus Wal memberi pandangan terkait deklarasi Capres tersebut.

Dia menyoroti penetapan Anies Baswedan sebagai Capres 2024 oleh Partai NasDem pada Senin tanggal 03 Oktober 2022 tersebut sangatlah tidak tepat waktunya.

Deklarasi Anies Baswedan sebagai Capres 2024 sudah dilakukan NasDem, apa pendapat Gus Wal?

“Menurut saya dikarenakan bangsa Indonesia sedang dalam suasana berkabung, berduka cita atas Tragedi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang yang menelan korban ratusan nyawa rakyat Indonesia meninggal dunia, dan ratusan lainya luka-luka.

“Deklarasi Anies Baswedan sebagai Calon Presiden tersebut sangatlah tidak peka terhadap situasi dan psikologi yang dihadapi rakyat Indonesia saat ini.”

Tak bisakah deklarasi Anies Baswedan diundur 3 atau 7 hari atau setelah masa berkabung rakyat Indonesia selesai? Bagaimana menurut Anda?

“Kepentingan rakyat dan bangsa lebih penting dari sekedar ambisi kekuasaan nafsu politik untuk berkuasa ingin menjadi presiden di tahun 2024 mendatang.”

“Demi ambisi dan nafsu politik untuk berkuasa sebagai presiden 2024 sampai hilang rasa simpati dan empati terhadap tragedi Kanjuruhan yang seluruh negeri bahkan dunia ikut berduka.

“Dimanakah hati, sanubari dan kemanusiaan seorang Anies Rasyid Baswedan?
Sungguh bukanlah sikap dan jiwa Negarawan jika mengabaikan kemanusiaan, karena kemanusiaan jauh lebih penting dari politik dan kekuasaan itu sendiri.”

Apa pesan Anda kepada elit Parpol lain terkait deklarasi Anies Capres 2024 di tengah dukacita Indonesia?

“Apa yang dilakukan oleh Anies Rasyid Baswedan dan partai NasDem ini kami berharap tidak diikuti oleh para elit elit politik dan partai-partai politik lainnya.

“Kalaupun ingin mendeklarasikan pasangan calon presiden dan wakil presiden alangkah eloknya menunggu suasana berkabung rakyat Indonesia selesai dahulu.

Kriteria presiden Indonesia salah satunya menurut Gus Wal apa?

“Indonesia butuh Calon Presiden yang punya kepedulian, simpati empati dan jiwa kemanusiaan yang tinggi yang mewakili karakter, hati dan jiwa rakyat Indonesia.

“Calon Presiden yang tidak mempunyai sifat dan karakter tersebut tidak layak memimpin rakyat dan bangsa Indonesia.

“Terlebih, Indonesia ini bangsa yang besar, harusnya dipimpin oleh putra suku bangsa asli Indonesia trah Nusantara, bukan yang berasal dari klan-klan import, masih banyak putra putri terbaik bangsa asli suku bangsa trah Nusantara, ngapain pilih pemimpin dari klan-klan import?”

Terkait intoleransi radikalisme khilafah dan politik identitas, Gus Wal punya pesan-pesan yang bersifat ajakan kepada masyarakat dan bangsa Indonesia saat?

“Bersama kita perkuat Nasionalisme, Kebangsaan Agama Dan Budaya untuk menolak serta melawan Politik Identitas, Khilafah Wahabi radikalisme Terorisme.

“Bangkit dan bersatulah trah-trah Nusantara suku bangsa asli Indonesia, Jaga Bangsa, Bela Negara, Gelorakan Merah Putih, Bumikan Pancasila, Merawat Tradisi Budaya Nusantara.

Kesimpulan Anda tentang deklarasai Capres Anies Baswedan oleh NasDem!

“Sehebat apa pun, sepintar apa pun, sebanyak apa pun gelar akademik didepan dan dibelakangnya, seseorang yang tak punya jiwa kemanusiaan tinggi, rendah simpati dan empatinya, maka ia bukanlah seorang negarawan, bukanlah calon ataupun pemimpin yang baik, jadi sangat tak pantas menjadi Presiden bagi bangsa sebesar Indonesia serta tak layak memimpin 270 juta rakyat Indonesia yang berperikemanusiaan tinggi atas dasar Pancasila dan Bhinneka tunggal ika.” 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.