Koma.id– Partai Demokrat melalui masa lalunya dalam kancah politik di Republik ini dengan tidak bahagia, lalu mendramatisir seakan-akan sedang ditindas oleh penguasa. Padahal, parpol besutan Agus Harimurti Yudhoyono itu yang sendiri membangun jalan politik ‘penderitaan’.
Menurut Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi, apabila masih terus berkutat pada pusaran dramtisir menderita akibat dikekang penguasa, maka tak menutup kemungkinan suara Demokrat di Pemilu 2024 bakal keok.
Pasalnya, rakyat sudah cerdas dan tahu mana parpol yang mengatasnamakan rakyat kecil, menjelma menjadi rakyat kecil dan hanya pura-pura.
Pengadilan Militer Jatuhkan Vonis 1,5 hingga 3 Tahun kepada Penyiram Air Keras Andrie Yunus
“Lewati masa lalu sangat tidak bahagia, mendramatisir seakan tertindas oleh penguasa,” kata Habib Syakur kepada Koma.id, Rabu (27/9/2022).
Tak hanya itu, Habib Syakur, juga ulama asal Malang Jawa Timur itu menyentil politikus Demokrat, Andi Arief. Terkait pernyatan blunder tanpa dasar, mengklaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan segera di tersangkakan.
Toh, seandainya Anies, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait dugaan kasus korupsi Formula E Jakarta, pastinya itu melalui proses hukum yang berlaku. Tidak ujuk-ujuk seperti ocehan Andi Arief.
Tak hanya itu, Andi Arief, yang pernah ditahan Polisi pada 3 Maret 2019 karena kedapatan mengkonsumsi narkoba jenis sabu di Hotel Peninsula, Jakarta Barat itu juga membuat pernyataan blunder.
Yakni mengklaim Jokowi hanya menginginkan dua calon yang bertarung di Pilpres 2024 mendatang.
“Andi Arief kalau tidak bicara jelek ya enggak laku dia,” tandas Habib Syakur.
Sebelumnya, pendiri Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), klaim dapat informasi Pemilu 2024 bakal dilaksanakan tak adil. Beranjak dari informasi tersebut, SBY yang juga Presiden Republik Indonesia ke-6 tersebut, mengatakan ia harus turun gunung.
Pernyataan SBY kemudian menimbulkan pro dan kontra dalam beberapa waktu terakhir.













