Koma.id – Dunia maya kembali disuguhkan dengan viral unggahan yang menampilkan dugaan kebocoran data pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Dalam laman breached.to, sebuah akun bernama WaterAndCoffe mengklaim memiliki lebih dari 85.000 data pegawai Kemenkumham dan 800 MB data pribadi.
Data-data tersebut berisi Nomor Induk Pegawai (NIP), nama, Nomor Induk Kependudukan (NIK), ERP, dan nomor rekening.
Sementara itu, Kemenkumham membantah informasi peretasan terhadap Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (Simpeg) Kemenkumham dan data pegawai di dalamnya. Klaim Kemenkumham, saat ini data dalam kondisi aman.
“Saya sampaikan tidak benar web Simpeg Kemenkumham itu diretas, sampai sekarang sistem dan data aman,” kata Koordinator Humas Setjen Kemenkumham Tubagus Erif Faturahman kepada wartawan.
Erif menjelaskan data yang disebut milik pegawai Kemenkumham dan ditampilkan, itu tidak sesuai dengan data yang ada di sistem Kemenkumham.
“Itu adalah data lama yang sudah tidak tergunakan, tidak update. Itu data arsip tahun 2020 dan yang terpenting, bukan data krusial,” kata Erif.












