Koma.id – Kepala Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko didorong menjadi kandidat calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Dukungan itu datang 500 warga di Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri Minggu (14/8/2024).
Dukungan ini berasal dari para kelompok petani, peternak, pedagang kaki lima (PKL), ibu-ibu pelaku UMKM, dan pemuda karang taruna yang menginginkan adanya pemimpin dari kampung mereka.
“Pak Moel (Moeldoko) sama dengan kita, sama-sama dari masyarakat susah. Pak Moel mengerti kita, masyarakat bawah. Maka dari itu kita dari masyarakat mendukung Pak Moel untuk meneruskan Jokowi jadi Presiden RI,” kata perwakilan emak-emak dari kelompok PKL.
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko memang lahir dan besar di kampung ini pada 8 Juli 1957.
Prabowo: Bangsa Indonesia Harus Optimistis, Jangan Lagi Rendah Diri di Hadapan Bangsa Asing
Ia anak bungsu dari 12 bersaudara, pasangan Moestaman dan Masfuah. Keluarganya tergolong sederhana, bahkan bisa dibilang pas-pasan.
Moeldoko remaja, saat di bangku SMP harus berjalan kaki menuju sekolah. Padahal Desa Pesing ke SMP Negeri Papar, tempat Moeldoko bersekolah, berjarak sekitar 6 Km.
Jika Moeldoko rela untuk tidak jajan, dia bisa naik kereta dengan uang saku Rp5 dari orang tuanya.
“Kadang-kadang bisa naik kereta, dikasih uang saku itu Rp5 kalau tidak salah. Kalau kena kondektur uangnya habis tidak bisa jajan,” kata Suyono, kakak Moeldoko.
Moeldoko juga bekerja setiap pulang sekolah untuk membantu ekonomi keluarga. Cerita-cerita perjuangan dan tekad Moeldoko inilah yang menurut Suyono mengantarkan adiknya menuju kesuksesan di institusi TNI hingga saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan di Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Sementara itu, terkait dukungan ini, keluarga besar mengaku kaget. Namun demikian, Suyono menyebut keluarganya bersyukur dengan adanya dukungan dari masyarakat.
“Saya sangat terharu dan bangga dengan dukungan warga sini yang masih menginginkan pemimpin yang peduli dengan petani, memikirkan pedagang, memimikirkan semua elemen masyarakat di Indonesia,” terang Suyono.
Selain kesederhanaan, ketegasan lulusan terbaik AKABRI Magelang 1981 itu, turut melandasi dukungan ini. Inisiator dukungan, Anam menjelaskan, sebagai mantan Panglima TNI, Moeldoko memiliki jiwa kesatria dan tulus untuk membela bangsa dan negara ini.
“Pak Moeldoko ini bisa dibilang penjaga NKRI, akan sangat bangga jika lahir pemimpin dari desa kami Desa Pesing,” pungkasnya.












